Berikut 5 Larangan yang Tidak Boleh Dilakukan Selama Masa Kampanye !

0
424
Copyright©liputan6

Ada Aturan Ini, Selama Masa Kampanye Peserta Pemilu 2019 Dilarang Lakukan Ini !

Indowarta.com – Tahapan kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang sudah dimulai, dimana hal tersebut ditandai usai KPU menetapkan nomor urut dua calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Adapun masa kampanye yang terhitung mulai 23 September 2018 sampai dengan 13 April 2019.

Lanjut Baca : Pilpres 2019, Ma’ruf Amin Yakin Dapat Dukungan dari Milenial hingga Emak-emak !

Supaya kampante berjalan dengan damai, KPU mengeluarkan larangan yang tak boleh dilakukan selama masa kampante. Berikut ulasannya :

1 Peserta Kampanye Tak Boleh Membawa Bendera Negara Lain

Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23/2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, yang menyebutkan sejumlah larangan dalam kampanye. Salah satunya di Pasal 45 ayat (1) yang melarang peserta membawa bendera negara lain.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Berikut Agenda Presiden Jokowi Saat Kunjungan Kerja di NTT !
Copyright©liputan6

Kalau bendera negara lain jelas tidak boleh,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Pasal tersebut berbunyi: “Petugas dan peserta rapat umum dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar, simbol, panji, pataka, dan/atau bendera yang bukan tanda gambar atau atribut dari peserta pemilu yang bersangkutan,” bunyi Pasal 45 Ayat (1).

2 Larangan Kampanye di Tempat Ibadah

Pasangan capres-cawapres yang sudah ditetapkan KPU harus patuh terhadap aturan soal tempat-tempat pemasangan alat peraga kampanye. Seperti dalam Pasal 34 Ayat (2), PKPU Nomor 23/2018.

Lokasi pemasangan Alat Peraga Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang berada di: a. tempat ibadah, termasuk halaman; b. rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan; c. gedung milik pemerintah; dan d. lembaga pendidikan (gedung dan sekolah),” bunyi pasal 34 (2).

WAJIB BACA :  Prabowo Minta Tim Suksesnya Disebut Badan Pemenangan Nasional !

3 Membatasi Pemberian Hadiah

Dalam PKPU Nomor 23/2018 terdapat aturan mengenai pembagian hadiah. Dimana setiap pasangan capres-cawapres dapat memberikan hadiah dalam bentuk barang dengan harga maksimal Rp 1 juta, seperti dalam pasal 53 ayat 3 dan 4.

Pelaksana Pemilu dapat memberikan hadiah pada kegiatan perlombaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk barang,” demikian bunyi ayat 3.

“Nilai barang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) secara akumulatif paling tinggi seharga Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah),” bunyi ayat 4.

Lanjut Baca : Terkait Dukungan di Pilpres 2019, Gatot Nurmantyo Lebih Pilih Posisi Ini !

4 Memberi Uang

Berdasarkan Pasal 69 ayat 1 tentang larangan kampanye yang mengganggu ketertiban umum serta larangan untuk memberikan sejumlah uang atau materi kepada peserta kampanye.

WAJIB BACA :  Ruhut Sitompul: Dukung Jokowi, Ahok Tak Ingin Terjun ke Dunia Politik Lagi !

Menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye,” bunyi Pasal 69 ayat 1 huruf j.

5 Larangan Menghasut dan Mengadu Domba

Peserta kampanye dilarang mempermasalahkan dasar negara Pancasila, serta UUD 1945. Disamping itu, peserta juga dilarang melakukan kegiatan yang dapat membahayakan keutuhan peserta kampanye/pemilu lain dan dilarang mengadu domba.

Lanjut Baca : Facebook Siapkan Tim Khusus Lakukan Hal Ini Untuk Dukung Lancarnya Pilpres 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here