BNPB Ungkapkan Masih Ada Korban yang Tertimbun Bangunan di Hotel Roa-Roa Palu !

0
217
Copyright©merdeka

BNPB: Ada Sekitar 50 Orang Masih Tertimbun Bangunan Hotel Roa-Roa Palu !

Indowarta.com – Proses evakuasi para korban gempa Palu di Hotel Roa-Roa yang kian berlangsung. Dimana Basarnas yang menduga masih ada puluhan orang yang masih tertimbun dalam bangunnan itu.

“Evakuasi korban tertimbun gempa Palu di Hotel Roa-Roa Kota Palu terus dilakukan Tim SAR Gabungan dikoordinir Basarnas. Diperkiran terdapat 50 orang di bawah reruntuhan bangunan. Alat berat diperlukan untuk evakuasi,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya yang dikutip Liputan6.com, Minggu (30/9/2018).

Ikuti Juga : Begini Kisah Pilot Batik Air yang Selamat dari Gempa Palu !

Dimana Hotel Roa-Roa yang terletak di Jalan Pattimura tersebut yang berlantai delapan. Bangunan tersebut yang telah rata dengan tanah. Diketahui hotel tersebut yang memiliki 80 kamar yang terdapat 76 kamar telah terisi oleh para tamu hotel yang menginap. Disamping itu, pusat perbelanjaan terbesar di kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan yang juga roboh.

WAJIB BACA :  Sumenep Di Goyang Gempa 6,3 SR, 4 Rumah dan 1 Masjid Rusak !
Copyright©liputan6

Diperkirakan masih ada puluhan hingga ratusan orang yang terjebak didalam mal yang dengan empat lantai yang dibanding pada tahun 2006. Menurut salah satu pegawai mal, para korban gempa Palu yang masih terjebak didalam mal yang roboh tersebut sebagian sudah dievakuasi. Sedangkan di Rumah Sakit Budi Agung di Jalan Maluku,

Masih ada 14 jenazah yang dibawa dari Mal Tatura. Sementara ratusan orang yang terluka seperti patah kaki dan luka-luka lainnya yang masih berada di halaman rumah sakit. Dimana sejumlah ruang pasien yang masih belum ditangani secara medis sebab belum ada dokter yang menangani.

Disisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengatakan fakta yang mengejutkan dibalik bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Ternyata, kebanyakan alat deteksi dini tsunami atau Buoy Tsunami di Indonesia yang diketahui tidak dapat beroperasi sejak 2012 lalu.

WAJIB BACA :  Timses Prabowo Ingatkan Jokowi Tak Kampanye Saat Beri Bantuan Korban Gempa Palu !

Ikuti Juga : Gempa Bumi Berkekuatan 5,8 SR Guncang Yogyakarta Rabu Dini Hari !

“Jadi enggak ada buoy tsunami di Indonesia, sejak 2012 buoy tsunami sudah tidak ada yang beroperasi sampai sekarang, ya tidak ada,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Minggu (30/9).

Adapun, menurut Sutopo, keberadaan alat tersebut sangat penting untuk memberikan sinyal potensi tsunami ketika gempa terjadi, ditambah Indonesia merupakan negara yang mempunyai wilayah perariran yang sangat luas.

“Ya kalau menurut saya sangat memerlukan wilayah Indonesia itu yang rawan tsunami. Kejadian tsunami sering terjadi dan menimbulkan banyak korban. Di satu sisi pengetahuan masyarakat, sikap, perilaku, antisipasi tsunami masih sangat minim. Kita memerlukan deteksi tsunami yang ditempatkan di laut,” jelasnya.

Ikuti Juga : Gempa Bumi Berkekuatan 6,2 SR dan 5,8 SR Guncang Kupang NTT, Begini Antisipasinya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here