Sehari Setelah Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mulai Menjarah Toko !

0
517
Copyright©liputan6

Setelah Gempa Palu, Warga Mulai Menjarah Toko !

Indowarta.comGempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 sore, yang telah menimbulkan sejumlah masalah baru. Dimana beberapa toko serta tempat perbelanjaan yang dijarah oleh warga sejak Sabtu, 29 September 2018. Melalui sejumlah video

Lanjut Baca : Begini Kisah Pilot Batik Air yang Selamat dari Gempa Palu !

Dan foto yang beredar di media sosial, terdapat ratusan warga Palu yang berbondong-bondong untuk menjarah lokasi perbelanjaan dan toko bahan makanan. Tidak terkendali, sejumlah orang yang justru nekat memecahkan kaca pintu toko untuk mengambil makanan dan minuman.

WAJIB BACA :  Timses Prabowo Ingatkan Jokowi Tak Kampanye Saat Beri Bantuan Korban Gempa Palu !
Copyright©liputan6

“Ada penjarahan, saya tahunya ada minimarket yang dibongkar paksa oleh warga, karena makanan susah didapat,” ujar Inal Fajar saat dihubungi via telepon seluler, Minggu (30/9/2018).

Umumnya, warga terdampak gempa Palu yang secara kompak untuk membongkar kantin da toko yang menjual bahan kebutuhan pokok. Melalui video yang beredar, sejumlah warga yang berpindah dari satu toko ke toko yang lainya untuk mencari makanan. Dimana setelah gempa, harga bahan makanan pokok yang melambung tinggi.

Adapun sebotol air mineral ukuran 1 liter yang dibanderol seharga Rp100 ribu. “Penjual di toko sudah naikkan harga sementara uang menipis tinggal bisa bertahan 4 hari,” ujar Muhammad Ilyas, salah seorang warga Kota Palu, dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu (30/9/2018).

WAJIB BACA :  Pagi Dini Hari Gempa Susulan Terjadi di Palu, Warga Kembali Berhamburan Keluar Rumah !

Lanjut Baca : Gempa Bumi Berkekuatan 5,8 SR Guncang Yogyakarta Rabu Dini Hari !

Disini Ilyas yang lantas mengatakan, harga bahan makanan tersebut yang turut dinaikkan oleh pemilik warung. Diketahui harga mi instan yang justru mencapai Rp15 ribu hingga Rp 20 ribu perbungkus. Sedangkan untuk beras, tak sedikit pemilik warung yang bertahan untuk tidak menjual beras. Sebab, persediaan beras kini mulai menipis.

“Kami di pengungsian masih punya persediaan makanan hingga Beberapa hari. Kasihan, beberapa orang datang minta karena tak punya uang lagi sebab bahan makanan di toko dan warung naiknya kelewatan,” tambah Ilyas.

Pria yang mempunyai seorang istri dan anak tersebut tidak mau ambil risiko. Keluarganya yang diusahakan untuk diungsikan via Bandara Udara Sis Al Jufri Palu.

WAJIB BACA :  Begini Kisah Pilot Batik Air yang Selamat dari Gempa Palu !

“Sudah dulu ya, ada pesawat Hercules di Bandara. Saya ungsikan anak istri ke Makassar, saya tinggal di Palu saja,” ujarnya.

Lanjut Baca : Gempa Bumi Berkekuatan 6,2 SR dan 5,8 SR Guncang Kupang NTT, Begini Antisipasinya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here