Korban Meninggal Gempa Donggala Tsunami Palu Mencapai 832 Orang !

0
553
Copyright©liputan6

Tsunami dan Gempa Palu: Korban tewas 832 orang, Fokus penyelamatan di Hotel Roa-Roa !

Indowarta.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah yang bertambah menjadi 832 orang pada Minggu, 30 September 2018 pukul 13.00. BNPB yang masih menduga mengenai jumlah tersebut yang dapat bertambah.

Lihat Juga : Sehari Setelah Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mulai Menjarah Toko !

Data sementara, 832 orang meninggal, sementara jumlah yang luka-luka masih sama dengan kemarin,” kata Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di kantornya, Sabtu, 29 September 2018

Sutopo yang kemudian mengatakan sebanyak 821 orang meninggal dunia ada di Palu dan 11 orang lainnya berasal dari Donggala. Sutopo yang lantas mengungkapkan kebanyakan korban meninggal akibat tertimpa oleh reruntuhan bangunan yang diterjang oleh tsunami. Sutopo yang mengatakan, data tersebut masih belum final dan masih bisa terus bertambah.

WAJIB BACA :  Begini Kisah Pilot Batik Air yang Selamat dari Gempa Palu !
Copyright©liputan6

“Data tersebut baru dihimpun di Kota Palu dan Donggala, belum termasuk data di Kota Sigi dan Parigi Moutong,” kata dia.

Sementara data korban tewas akibat gempa dan tsunami Palu per hari ini yang diketahui meningkat hampi dua kali lipat ketimbang jumlah korban yang sudah diidentifikasi kemarin. Sedangkan pada Sabtu, 29 September 2018, BPNB yang telah mencatat korban jiwa sebanyak 384 orang meninggal dan 540 orang luka-luka.

Lihat Juga : Begini Kisah Pilot Batik Air yang Selamat dari Gempa Palu !

Dimana gempa Donggala yang berkekuatan 7,7 SR pada Jumat petang, 28 September 2018 yang diperbarui menjadi 7,4 SR mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dari hasil laporan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut yang berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 timur laut Donggala, Sulawesi Tengah.

WAJIB BACA :  Sehari Setelah Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mulai Menjarah Toko !

Dimana gempa tersebut yang turut diserta dengan gelombang tsunami setinggi 1,5-2 meter. Sehingga gempa tersebut yang berimbas pada tsunami Palu. Diketahui sehari setelah terjadinya gempa, warga mulai menjarah toko dan pusat perbelanjaan,

dimana hal tersebut yang terpaksa dilakukan sebab minimnya persediaan makanan dan minuman bagi warga korban gempa di Palu. Namun pemerintah yang melarang keras aksi tersebut sebab dapat merugikan orang lain dan tentunya bakal menambah masalah.

Lihat Juga : Gempa Bumi Berkekuatan 5,8 SR Guncang Yogyakarta Rabu Dini Hari !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here