MPR Apresiasi Langkah Pemerintah Ambil Alih Freeport Lewat Jalur Komersil !

0
625
Copyright©liputan6

Akhirnya Pemerintah Usung Kembali Freeport Kedalam Pangkuan, MPR Beri Apresiasi !

Indowarta.com – Anggota MPR dari Fraksi Nasdem, Johny G Plate yang menyatakan renegoisasi yang telah dilakukan oleh pemerintah kepada Freeport yang merupakan bentuk menyelesaikan masalah yakni dengan cara-cara menghormati invesetor asing. Apalagi mengenai Freeport, Johny yang menyebut terdapat kepentingan nasional yang memang harus diperhatikan.

Ikuti Juga : Akuisisi 51 Persen Saham PT Freeport, Ini Langkah Indonesia Selanjutnya !

“Perlu tata kelola baru agar saham yang dimiliki pemerintah semakin besar”, ujarnya saat menjadi pembicara dalam ‘Diskusi Empat Pilar MPR’ yang digelar di Press Room, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 8 Oktober 2018.

freeport
Copyright ©beritamedan

Dalam diskusi yang bertema ‘Kuasa Mayoritas Saham Freeport, Pengelolaan Pertambangan Indonesia Berdaulat?’, Johny yang mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah yakni mengambil alih Freeport. Dimana langkah tersebut yang melalui cara mekanisme komersial dikatakan sebagai cara aman untuk

Menjaga kenyamanan investor asing dalam menanamkan investasinya di Indonesia. “Bukan dengan cara mekanisme politik”, ungkapnya. “Mekanisme komersiil sejalan dengan upaya kita untuk membuka seluas-luasnya investasi asing”, papar pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, itu

Mengenai masalah Freeport yang diakui sebagai masalah yang panjang sejak pembebasan Papua. Dimana memang tidak mudah untuk melakukan renegoisasi. Sehingga dirinya yang turut memuji atas langkah yang dilakukan oleh pemerintah.

“Pemerintah secara sungguh-sungguh melakukan nasionalisasi terhadap sumber daya alam yang ada”, ujarnya.

Ikuti Juga : Heboh Bocornya Isi Surat Sri Mulyani Kepada Bos Freeport!

Dikatakan, langkah pemerintah tersebut yang tidak sekedar pada Freeport saja, tetapi juga pada Blok Mahakam dan Blok Rokan. “Ini merupakan jawaban kepada publik terhadap keinginan untuk mengelola sendiri sumber daya alam yang ada”, paparnya.

“Dengan demikian memberi manfaat bagi bangsa Indonesia”, tambahnya.

Johnny menyebut dari waktu ke waktu kebutuhan energi semakin meningkat. “Karena adanya pertumbuhan ekonomi”, ucapnya.

Sejauh ini energi yang ada dipenuhi dari fosil sehingga sumber energi fosil yang ada juga memerlukan pengelolaan yang bagus. Disaat meningkatnya kebutuhan energi, bangsa ini yang mempunyai keterbatasan produksi. Oleh karena itu, Johny yang mengakui perlu impor. Supaya tidak terlalu tergantung pada luar sehingga dirinya menyatakan adanya strategi yang jitu.

Ikuti Juga : Pemerintah Akan Perpanjang Negosiasi dengan Freeport!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here