Maraknya Berita Hoaks, Polisi Diminta Tidak Sembarangan Pidana Orang !

0
540
Copyright©cnnindonesia

Polisi Diminta Tidak Sembarangan Pidana Orang Soal Hoaks !

Indowarta.com – Atas marknya berita bohong alias hoaks di media sosial yang membuat kepolisian untuk melakukan sejumlah tindakan penegakkan hukum. Dimana polisi yang diminya untuk tidak sembarangan dalam melakukan penegakkan hukum berdasarkan pasal dalam Undang-Undang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atas kasus tersebut.

Lanjut Baca : Munculnya Berbagai Berita Hoax dibalik Pembacokan Hermansyah!

“Kepolisian seharusnya tidak secara sembarangan dalam mempergunakan pasal penyebaran berita bohong ini, utamanya kepada penyebar berita bohong yang sebenarnya tidak memiliki niat untuk menimbulkan keonaran dan bahkan dirinya sendiri mempercayai bahwa berita yang disebarkannya adalah benar, hanya karena hal tersebut bukanlah keahliannya,” demikian pernyataan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Copyright©cnnindonesia

“Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pikirannya meskipun hal tersebut bukanlah keahliannya dan hak tersebut dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) UUD NRI 1945,” sambung pernyataan tersebut.

Direktur Eksekutif ICJR, Anggara yang menyampaikan atas penegakan hukum pidana terhadap berita bohong atau hoaks yang harus dilakukan secara selektif dan juga presisi. Disamping itu, roses pemidanaan mengenai orang-orang yang dinilai telah menyebarkan berita bohong juga harus dilakukan secara hati-hati.

“Dalam pengamatan ICJR, banyak kasus – kasus yang sebenarnya tidak layak untuk dipidana. ICJR meminta agar Pemerintah lebih aktif dalam mengelola dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

ICJR yang menyayangkan atas respon penegak hukum mengenai berita hoaks yang tidak terjadi pada kasus menyebarnya berita bohong mengenai vaksin. Menurut pandangan ICJR malah penyebaran berita bohong mengenai vaksin tersebut dinilai berbahaya sebab dampaknya pada kesehatan masyarakat.

Lanjut Baca : Berita Terkini: Siapakah Penebar Berita Hoax Orang Gila Disebut Sebagai Penculik Anak?

“Namun respon dari penegak hukum sama sekali berbeda dengan apa yang terjadi pada saat ini,” demikian pandangan ICJR.

Dalam pandangannya, ICJR yang menyebutkan mengenai pasal-pasal persangkaan mengenai penyebaran berita bohong yang harus dipenuhi sebelum seseorang dikatakan telah melakukan perbuatan pidana, yakni penyebaran berita bohong.

“Pertama, penyiaran berita atau pemberitahuan bohong tersebut harus dengan sengaja atau memiliki niat untuk menimbulkan keonaran di kalangan rakyat. Kedua, orang tersebut harus mengetahui bahwa berita tersebut adalah berita bohong atau orang tersebut setidak-tidaknya harus memiliki persangkaan bahwa berita tersebut adalah berita bohong,” demikian pernyataan ICJR.

Lanjut Baca : Berita Terkini: Algoritma Baru FB yang Akan Mampu Tenggelamkan Berita Hoax !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here