Susi Semprot Sandi: Jangan Asal Ngomong, Baca dan Pelajari Dulu !

0
859
Copyright©kumparan

Bikin Geram, Susi Pudjiastuti Semprot Sandiaga, Baca Baik-baik Jangan Asal Komentar !

Indowarta.com – Diketahui calon wakil presiden nomor urut dua, Sandiaga Uno, saat berkampanye di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dimana dalam kunjungannya  ke Indramayu, pria yang akrab disapa Sandi itu berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu.

Berita Terkait : Sandiaga Uno Sarapan Nasi Merah dan Brongkos di Yogya, jadi Sorotan Publik !

Terdapat beberapa nelayan Indramayu yang curhat kepada Sandiaga Uno terkait Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Ketua Koperasi Mina Sumitra, Darto, yang mengatakan kesulitan untuk mengurus SIPI.

Copyright©kumparan

Berdasarkan hasil laporannya, Darto mengaku pengusuran SIPI bisa memakan waktu lama, dimana hal tersebut yang tentu berdampak pada aktivitas nelayan di Indramayu. Adapun curhatan nelayan ini yang direkam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Guna memberikan jawaban atas kabar ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Yang membantah adanya kesulitan dalam mengurus SIPI bagi para pemilik kapal. Disamping itu, dia menjelaskan kepada para nelayan yang memiliki kapal berukuran di bawah 10 gross ton (GT) diberi keringanan yakni tidak wajib mengurus izin, baik menangkap ikan maupun pelayaran.

“Saya mau tanggapi video yang muncul di medsos soal kunjungan Sandiaga Uno ke Indramayu. Katanya izin akan dipermudah nanti. Saya mau confirm kalau selama ini KKP tidak pernah menyulitkan izin-izin penangkapan ikan,” katanya dengan nada tinggi saat ditemui di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Rabu (17/10).

Dikatakan, pihaknya telah memberikan kebabasan bagi seluruh nelayan dengan kapal di bawah 10 GT dari izin penangkapan ikan sejak 7 November 2014. Sedangkan bagi nelayan yang diharuskan untuk mengurus izin adalah mereka yang memiliki kapal dengan ukuran di atas 10 GT hingga 100 GT.

Berita Terkait : Merasa Dirugikan, Kubu Prabowo-Sandiaga Bakal Polisikan Ratna Sarumpaet !

 “Itu yang kita suruh izinnya adalah mereka yang punya kapal di atas 10 GT. Yang berukuran 10-30 GT, ngurus izinnya di pemerintah provinsi, nah sementara kapal di atas 30 GT, urus izin ke pusat. Kenapa? Karena banyak sekali laporan mereka yang tidak sesuai. Negara tidak menerima pajak dari kapal-kapal besar ini. Mereka bisa peroleh Rp10 miliar lebih dari kapal berukuran besar ini,” tambah Susi.

Lantas, Susi yang menyarankan kepada Sandiaga Uno untuk membaca serta mempelajari mengenai peraturan terkait perikanan sebelum berkomentar. Karena, sejauh ini negara yang kerap dirugikan dengan laporan dari kapal besar yang tak sesuai.

Saya itu selalu dikasih tahu sama Menkeu kalau pajak dari sektor perikanan kita rendah. Padahal, itu banyak kapal di atas 100 GT yang menghasilkan miliaran. Tapi mereka laporannya hanya dapat sebesar 24 ton per tahun kan enggak masuk akal,” katanya.

Berita Terkait : Pemilih Prabowo-Sandiaga yang Ingin Indonesia Seperti Timur Tengah Meningkat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here