4 Fakta Polemik Sampah DKI & Bekasi, dari Dana Hibah Rp 2 Triliun hingga uang Bau ?

0
270
Copyright©okezone

Inilah Awal Mula Polemik Sampah DKI & Bekasi yang Jadi Sorotan !

Indowarta.com – Polemik baru terkait sampah antara pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi yang berbuntut panjang. Dimana Pemkot Bekasi yang telah menuntut janji mengenai dana hibah sebesar Rp 2,09 triliun. Lantas, bagaimana awal mula polemik itu muncul, berikut ini faktanya :

Ikuti Juga : Peristiwa Warga Terpapar Gas Beracun Gunung Ijen Diluar Dugaan Sebelumnya

1 Truk Sampah DKI Dihentikan

Copyright©okezone

Rabu, 17 Oktober 2018, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau sering disapa Pepen dengan terang-terangan menegaska, jika dirinya yang memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk menghentikan armada truk sampah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Pemprov DKI Akan Jemput Jenazah yang Ditolak Dishalatkan di Masjid!

Dimana hal tersebut yang diakui oleh Rahmat atas kelalaian Pemprov DKI yang tak segera mencairkan dana hibah kepada Pemkot Bekasi.

2 Pemprov DKI Mengaku Sudah Tunaikan Kewajiban

Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku telah menunaikan semua kewajiban ke Bekasi mengenai sampah dan ia menegaskan demi menjaga hubungan baik dengan Pemkot Bekasi.

“Untuk 2018 sudah ditunaikan per bulan Mei nilainya Rp194 miliar dan untuk 2019 kewajiban Rp141 miliar,” ujar Anies di Balai Kota.

3 Pemprov DKI Keberatan Cairkan Dana Hibah RP2 Triliun

Dimana Pemkot Bekasi mengajukan permohonan dana hibah kepada Pemprov DKI sebesar Rp 2,09 triliun mengenai sampah. Tetapi, ada sejumlah item yang tidak ada kaitannya mengenai persoalan sampah yang diajukan. Salah satunya mengenai pengadaan proyek fiber optik.

WAJIB BACA :  Terkait Penataan Tanah Abang, Sandiaga Uno Akan Jalankan Usulan Dari Ombudsman

Ikuti Juga : Ramalan 2018, 2 Peristiwa Besar Akan Terjadi Sampai Mengubah Dunia!

Sementara Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto yang mengatakan, Pemprov DKI tak akan mengabulkan item proyek tersebut, diluar sampah.

4 Pengakuan Warga Sekitar Bantargebang

Warga sekitar Bantargebang yang mengatakan jika dana kompensasi sebesar Rp600ribu per tiga bulan yang dikenal dengan “uang bau” selalu diberikan oleh Pemprov DKI.

Sejauh ini pencairan kompensasi ‘uang bau’ kepada sekitar 18.000 KK di Kecamatan Bantargebang, cukup lancar. Kewajiban Pemprov DKI Senin tahun 2018 ini juga terbayarkan,” kata warga sekitar bernama Karay.

Ikuti Juga : Peristiwa yang Memicu Munculnya Nota Larangan Foto Di Depan Ka’bah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here