Anies Baswedan Beberkan Polemik Isu Sampah dengan Pemkot Bekasi !

0
504
Copyright©Medcom

Anies Buka-bukaan, Begini Duduk Perkara Kisruh Sampah dengan Bekasi !

Indowarta.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengatakan mengenai polemik kerjasama pengelolaan sampah di Bantargebang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Dimana penjelasan Anies Baswedan yang menanggapi pernyataan Pemkot Bekasi yang bakal meninjau ulang kerja sama terkai pengelolaan sampah dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ikuti Juga : Begini Penjelasan Program Rumah DP Nol Rupiah ala Anies Baswedan !

Adapun langkah tersebut yang bakal diambil oleh Pemkot Bekasi apabila Pemprov tak kunjung mencairkan dana hibaha tahun 2018. Disini Anies yang mengatakan, Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi yang telah melakukan perjanjian yakni mengenai persampahan pada tahun 2016 dan berlaku dalam lima tahun.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: DP 0 Persen Usulan Anies Baswedan Akan Buat Jakarta Bangkrut?
Copyright©okezone

“Salah satunya adalah kebagian membayar dan nilainya adalah sebesar range-nya tergantung tonase sampah Rp130 miliar-150 miliar per tahun,” tutur Anies di Balai Kota, Minggu (21/10/2018) petang.

Dikatakan, pada tahun 2018 Pemprov DKI yang telah menunaikan nilainya Rp138 miliar dengan tambahan utang tahun 2017 sebesar Rp64 miliar. Sementara untuk tahun 2019, diproyeksikan tonasenya diturunkan dalam bentuk rupiah sertadialokasikan Rp 141 miliar. Itu merupakan kewajiban bagi DKI kepada Pemkot Bekasi.

“Jadi dari aspek kewajiban-kewajiban kita sudah selesai. Tidak ada kewajiban yang tersisa, lalu Pemerintah Kota Bekasi waktu itu ada pertemuan di bulan Februari di sana menginginkan ada bantuan yang sifatnya kemitraan, di luar urusan persampahan minta bantuan kepada DKI,” lanjutnya.

WAJIB BACA :  Tak Hanya Anies Baswedan Sandiaga Uno yang Punya Program Rumah DP 0 Persen, Pemerintah Juga Tapi . .

Sementara pada bulan Mei, Pemkot Bekasi yang meminta bantuan kemitraan.

Ikuti Juga : Setahun Menjabat, 3 Gebrakan Gubernur Anies Baswedan Jadi Perbincangan Publik !

“Pada bulan Mei itu diminta perinciannya karena waktu itu mengajukan beberapa proyek. Proyeknya saya baca proyek yang diminta. Proyek Flyover Rawa Panjang nilainya Rp188 miliar, proyek Flyover Cipendawa nilainya Rp372 miliar, pembangunan Crossing Buaran Rp16 miliar, peningkatan fasilitas penerangan jalan umum Kota Bekasi nilainya Rp5 miliar,” tuturnya.

Disini Anies geram sebab permintaan Pemkot Bekasi yang diluar perjanjian sampah. Lantas dimintakan perinciannya.

“Teman-teman kalau ada anggaran mungkin tidak Pemprov memproses tanpa ada perincian? Hanya dengan gelondongan begini? Tidak mungkin. Dimintai perinciannya, perincian itu tak kunjung datang. Sampai tanggal 18 Oktober kemarin. Baru 18 Oktober keluar ini semua. lalu komentar saya mendengar semua, ini mau menyelesaikan baik-baik, dikomunikasikan atau mau ramai di media?” tuturnya.

Ikuti Juga : 3 Kebijakan Anies Baswedan yang Melanjutkan Program Ahok !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here