Polisi Sebut, Tak Ada Unsur Pidana dalam Pembakaran Bendera di Garut !

0
317
Copyright©kompas

Polisi Buru Perekam dan Pengunggah Video Pembakaran Bendera HTI !

Indowarta.com – Ditreskrimum Polda Jawa Barat bersama dengan tim gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polres Garut yang mengadakan pra-penyelidikan mengenai kasus pembakaran bendera berkalimat tauhid yang identik dengan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Limbangan, Garut. Sementara Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana yang mengatakan,

Lanjut Baca : Tiga Pelaku Pembakaran Bendera di Garut akhirnya Meminta Maaf !

Hingga kini pihaknya masih belum menemukan unsur pidana dalam pelaku kasus ini.

“Karena perbuatan tersebut spontan yang dilakukan oleh oknum Banser yang mendasari terhadap konsensus yang telah disepakati sebelumnya. Sampai hari ini kami belum menemukan adanya sikap batin yang lain selain menghilangkan bendera HTI itu,” ujar Umar di Mapolda Jabar, Rabu (24/10/2018).

WAJIB BACA :  Usai HTI. Ada Ormas Lagi yang Akan Dibubarkan?
Copyright©tribunnews

Dia mengatakan jika aksi pembakaran bendera tersebut dilakukan secara spontan tanpa ada niat.

“Tujuannya adalah agar tidak bisa digunakan lagi karena dia tahu HTI adalah ormas yang sudah dilarang pemerintah,” kata dia.

Disini polisi telah mengamankan dua pelaku pembakaran serta ketua pelaksana kegiatan apel setelah kejadian pembakaran bendera itu.

Contoh kalau dia punya niat dia bawa bensin, korek dibakar kertas dan sebagainya. Tapi di video, dia bakarnya susah, nyari kertas seadanya, korek saja minta-minta. Itu menunjukkan spontanitas dan pemahaman yang cuma sekadar itu saja. Sekali lagi ini hasil yang sementara didapat,” beber Umar.

Lanjut Baca : Viral Video Banser Bakar Bendera Tauhid milik HTI, Ridwan Kamil Bereaksi !

Kini pihaknya tengah menelaah sejumlah opsi pasal guna mengungkap kasus ini. Terdapat tiga pasal yaitu UU ITE yang merujuk kepada video pembakaran yang viral, Pasal 174 KUHP tentang membuat gaduh dan Pasal 406 KUHP tentang perusakan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: 3 Alasan Kuat Mengapa Pemerintah BUbarkan HTI!

“Untuk 174 KUHP kegaduhan, mengganggu rapat umum ini akan muncul pelakunya. Siapa? Ya yang menyusup tadi. Untuk Pasal 406 KUHP, si pemilik bendera harus datang kepada kami untuk membuat keterangan. Karena jelas dalam pasal merusak sebagian atau seluruhnya atau melakukan perusakan (barang) hingga tidak bisa digunakan harus ketemu pemiliknya untuk menentukan siapa yang jadi korbannya,” kata dia.

Umar yang mengatakan, kepolisian telah emngantongi identitas orang yang dengan sengaja untuk membawa bendera tersebut yang diperkirakan menyusup ke dalam acara apel. Dimana apel Hari Santri Nasional yang diikuti oleh santri dan santriwati diketahui telah mendapat izin dari instansi Polri.

Lanjut Baca : Siasat Pemerintah Hadapi Gugatan HTI di PTUN!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here