Sebelum Jatuh, Pesawat Lion Air JT610 Alami Masalah Ini?

0
579
Serpihan Lion Air JT610
Copyright©BBC

Pesawat Lion Air JT610 Pada Penerbangan Sebelumnya Alami Masalah Teknis!

Indowarta.com – Pesawat Lion Air JT610 jatuh pada Senin (29/10/2018)di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat. Sebelum pesawat ini jatuh, ternyata pada pesawat mengalami masalah instrumen dalam penerbangan pada Minggu (2/10/2018) malam dimana tercantum sebagat catatan teknis penerbangan.

Dalam penerbangan di Minggu malam sebelumnya yakni rure Denpasar-Jakarta, pesawat Boeing 737 Max8 ini menggunakan kode penerbangan JT43. Sementara untuk penerbangan selanjutnya dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang pesawat yang sama menggunakan kode penerbangan JT610. Namun siapa yang menduga Lion Air JT610 jatuh dan menelan korban jiwa.

Baca Juga Pesawat Lion Air JT-610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang Hilang Kontak !

Sebelum Lion Air JT610 jatuh dan alami peristiwa naas, catatan teknis untuk nomor penerbangan sebelumnya JT43 rute Denpasar-Cengkareng menyebutkan bahwa data kecepatan pesawat ketika mengudara pada instrumen kapten pilot memang tidak dapat diandalkan. Bahkan data ketinggian yang ada pada instrumen kapten pilot dan kopilot berbeda. Instrumen CAPT (kapten) tidak dapat diandalkan sehingga kendali diserahkan pada FO (first officer/kopilot) dimana kecepatan NNC tidak bisa diandalkan dan ALT tidak cocok.

WAJIB BACA :  Angkat kokpit Lion Air, Tim SAR Berharap Temukan CVR !

Kendati demikian para kru pesawat memutuskan untuk tetap melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan lancar dan aman di Cengkareng. Esok paginya, pesawat menggunakan nomor penerbangan JT-610 untuk rute Jakarta-Pangkal Pinang. Namun pesawat Lion Air JT610 nyatanya mengalami kecelakaan dengan jatuh di perairan perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat.

Lion Air JT610 Rute
Copyright©BBC

Ditempat terpisah, Direktur utama Lion Air benama Edward Sirait mengakui memang ada masalah teknis pada penerbangan Lion Air JT-43 rure Denpasar-Cengkareng pada Minggu (28/10) malam. Namun ia menegaskan pesawat dalam kondisi layak terbang dan telah diperiksa oleh teknisi dimana masalah teknos telah dikerjakan sesuai prosedur maintenance yang dikeluarkan pabrikan pesawat. Ia menegaskan jika Lion Air dalam kondisi rusak maka mustahil mendapat ijin terbang dari Denpasar ke Jakarta. Ia menegaskan terlalu dini menduga-duga penyebab kecelakaan Lion Air JT61o rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Pesawat Lion Air JT610 yang jatuh kemarin terbilang baru dimaa memiliki registrasi PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8 dimana tahun selesai pebuatan pada 2018. Edward Sirait mengungkap pihaknya menerima pesawat Boeing pada 13 Agustus 2018 dan mulai dioperasikan secara komersial pada 15 Agustus 2018. Pesawat diterbangkan kapten pilot Bhabye Sineja dengan kopilot Harvino serta enam awak kabin juga tiga pramugari yang tenga menjalani pelatihan.

WAJIB BACA :  Keluarga Bertanya, Mungkinkah Jasad Korban Loin Air Utuh ? Basarnas Terdiam !

Baca Juga Beredar Video Serpihan Pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang !

Edward menyebutkan bahwa kapten pilot Lion Air JT610 ini mempunyai jam terbang melebihi 6000 kam terbang dan kopilot memiliki jam terbang lebih dari 5000 jam terbang. Keduanya sudah berpengalaman dalam menerbangkan pesawat sampai ke luar negeri seperti China dan Timur Tengah.

Sementara itu ditemukan beberapa serpihan barang-barang milik penumpang pesawat Lion Air JT610 yang kecelakaan dan jatuh di peraiwan Karawang. Pihak Lion Air sendiri menegaskan bahwa pesawat tersebut masih baru dan layak terbang meskipun sempat mengalami kendala teknis.

Di lain pihak, Deputi Operasi Basarnas bernama Mayjen Nugroho Budi Wiryanto dalam jumpa pers di kantor Basarnas di Jakarta mengungkapkan telah menemukan beberapa KTP dan paspor serta tas juga barang-barang milik penumpang Lion Air JT610. Serpihan dan potongan badan pesawat juga telah ditemukan.

Lion Air JT610 Korban
Copyright©BBC

Dalam perairan yang diduga tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT610 ini tampak dipenuhi banyak benda yang mengapung dari jatuhnya pesawat seperti serpihan-serpihan pesawat.Deputi Operasi Basarnas menegaskan baru benda-benda kecil yang ditemukan dimana belum ditemukan badan pesawat yang utama.Untuk itulah pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelaman pada perairan Tanjung Karawang untuk dapat menemukan korban jiwa.

WAJIB BACA :  Tim SAR Gabungan Kembali Temukan 3 Bagian Pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang !

Kedalaman perairan Tanjung Karawang tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT610 ini mencapai 30 sampai 35 meter sehingga dapat diselami. Pihak Basarnas juga mengerahka belasan kapal serta ratusan petugas pencari ke perairan yang diduga tempat jatuhnya pesawat. Sejumlah perahu karet juga diturunkan untuk mendeteksi satu  titik pencarian.

Dalam pesawat Lion Air JT610 diketahui juga terdapat dua penumpang yang masih bayi dimana Basarnas juga menemukan sepatu bayi mengamang diatas permukaan laut bersama barang pribadi penumpang dan serpihan pesawat. Telah terdapat tiga kanting jenasah pada kapal itu yang berisi bagian tubuh korban yang telah ditemukan sementara kapan lain sedang perjalanan membawa satu kantong jenasah lagi. Hingga pukul 14.00 telah ada empat kantng jenasah diatas dek kapal untuk dibawa ke Posko Basarnas di Jakarta.

Baca Juga Mobil Rombongan Istighosah NU Terkena Lemparan Batu dari Orang Tak Dikenal !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here