Soal Pelaporan Jokowi ke Bawaslu, Moeldoko Sebut Kampungan !

0
677
Copyright©tempo

Kata Moeldoko, Laporan Kampanye Terselubung Jokowi sebagai Tindakan Kampungan !

Indowarta.com – Wakil Ketua Umum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko, yang menyatakan jika pelaporan Jokowi yang menggratiskan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di Jawa Timur, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Forum Advokat Rantau yang dinilai sebagai langkah kampungan.

Lanjut Baca : Jokowi Terus Awasi Proses Pencarian Korban Lion Air JT-610 !

“Presiden selaku kepala pemerintahan, itu tugas pokoknya menyejahterakan rakyat. Jadi, jangan dilihat sepotong-sepotong. Kampunganlah itu. Yang utuh lihatnya,” ucap Moeldoko di rumah aspirasi Jokowi-Ma’ruf, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Copyright©okezone

Dia mau apa yang dilakukan oleh Jokowi bukan sebagai capres, namun tugas dari seorang preside yang menjabat.

WAJIB BACA :  Tak Transparan, Bawaslu Minta Penghitungan Suara Ulang di Seluruh TPS Surabaya !

“Jadi tugas Presiden harus mendengar apa mau masyarakat, bukan yang lain-lain. Kalau masyarakat maunya, ‘Pak daerah kami orang mau investasi susah, karena ada logistik yang mahal’, nah didengerin sama Presiden,” ungkap Moeldoko.

Dimana sebelumnya, Forum Advokat Rantau yang lantas melaporkan Jokowi sebab diduga telah melakukan kampanye terselubung yakni dengan cara menggunakan jabatannya untuk menggratiskan tarif Jembaran Suramadu. Dan dirinya memberikan sejumlah bukti, yakni dengan sejumlah artikel berita dari media online.

Lanjut Baca : Viral, Foto Tas Hitam Paspampres Jokowi di Rumah Gus Dur, ini Kata Yenny Wahid…

Sementara Rubi yang menuturkan, salah satu anggota, Jokowi yang diperkirakan telah melanggar Pasal 282 jo 306 jo 547 UU 7 tahun 2017 tentang pemilu.

WAJIB BACA :  Tim Jokowi-Ma’ruf Siapkan Langkah Hukum soal Kebohongan Ratna Sarumpaet !

“Dugaan kampanye terselubung yang diduga dilakukan Jokowi dikarenakan berpotensi merugikan peserta pemilu,” ungkap Rubi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani yang menganggap bahwa laporan itu merupakan seseorang yang tengah mencari popularitas.

“Sebagai seorang advokat yang sudah berpraktik 30 tahun, saya tertawa saja mengikuti cara berpikir kelompok advokat yang menginisiasi pengaduan tersebut. Jadi, tidak perlu ditanggapi khusus atas perilaku, yang buat saya hanya ingin cari populer saja,” ucap Arsul di Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Lanjut Baca : Jokowi Mengaku Jengkel hingga Keceplosan Sebut Politikus Sontoloyo !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here