Penyebar Hoax Penculikan Anak Ditangkap, KPAI Apresiasi Kabareskrim !

0
164
Berita Hoax
Copyrigth©ilustrasi

Hoaks Penculikan Anak, yang Timbulkan Paranoid di Kalangan Orangtua !

Indowarta.com – Sebanyak delapan orang telah diringkus atas tuduhan menyebarkan berita bohong atau hoaks, tentang penculikan anak. Dimana dari delapan orang tersebut, empat dicidiuk oleh Tim Kejahatan Siber Mabes Polri sementara sisanya ditangkap oleh kepolisian didaerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lanjut Baca : Munculnya Berbagai Berita Hoax dibalik Pembacokan Hermansyah!

Adapun dua orang lainnya yang diketahui ditangkap oleh polisi sebab diduga menyebarkan berita hoaks mengenai kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Disini mereka yang dijerat dengan Undang-Undang Noor 1 Tahun 1946 tentang Preaturan Hukum Pidana serta UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Siswi SD Lolos dari penculikan

“Mereka mengaku hanya iseng,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada BBC News Indonesia, Minggu 4 November 2018, “Tapi, keisengan mereka mengakibatkan kehebohan, keonaran, dan ketakutan masyarakat.”

Setyo yang lantas mengatakan mengenai penangkapan tersebut sebagai bentuk dari kerja sama kepolisian dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Selaku lembaga yang melindungai anak-anak. Yang telah melaporkan terdapat lonjakan pemberitaan mengenai penculikan anak dalam empat bulan terakhir ini.

Lanjut Baca : Maraknya Berita Hoaks, Polisi Diminta Tidak Sembarangan Pidana Orang !

Berdasarkan catatan KPAI, pada bulan Juli lalu ada sekitar 600.000 berita. Dimana jumlah tersebut yang naik menjadi 900.000 pada Agustus dan lebih dari 2 juta pada bulan September. Adapun jumlah terbanyak mengenai berita penculikan anak yang ditemukan pada bulan Oktober, yaitu lebih dari 4 juta berita. Diketahui jika berita-berita tersebut yang tersebar luas melalui media sosial dan juga WhatsApp.

Melalui siaran persnya, KPAI yang menyatakan ada enam kabar terkait penculikan anak yang viral dalam seminggu terakhir. Dimana kebanyakan kabar tersebut yang terbukti tidak benar. Hanya satu yang memang benar terjadi, yakni upaya penculikan yang berhasil digagalkan di Bali pada Minggu 28 Oktober dan kini sudah ditangani oleh pihak polisi.

“Jadi parno (paranoid) ya, sedikit-banyak,” kata Gresa (27) yang anaknya baru berusia tiga tahun, “Soalnya setiap pergi itu enggak selalu sama orang (lain), sering juga pergi berdua doang sama anak.”

Lanjut Baca : Sebarkan Berita Hoaks, Ratna Sarumpaet Dikatakan Mengubur Dirinya Sendiri !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here