KNKT Ungkap, Mesin Pesawat Lion Air dalam Keadaan Hidup Saat Jatuh ke Laut !

0
83
Copyright©liputan6

KNKT: Sebelum Menukik ke Laut, Mesin Pesawat Lion Air dalam Keadaan Hidup !

Indowarta.com – Misteri penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang diketahui jatuh di lokasi perairan Karawang sedikit mulai terungkap. Dimana Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang sudah menemukan adanya petunjuk keadaan mesin pesawat sebelum jatuh ke laut.

Lihat Juga : Tim SAR Gabungan Kembali Temukan 3 Bagian Pesawat Lion Air JT 610 di Perairan…

Adapun Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono yang mengatakan, hasil sementara investigas pihaknya yang memperlihatkan jika mesin pesawat yang diketahui dalam keadaan hidup ketika bersentuhan dengan air laut.

Copyright©liputan6

Mesin dalam keadaan hidup dengan putaran yang cukup tinggi saat menyentuh air,” ujar Soerjanto saat bertemu dengan keluarga korban kecelakaan Lion Air di Hotel Ibis, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dimana petunjuk tersebut terungkap setelah bagian mesin pesawat Lion Air yang telah berhasil ditemukan oleh TI SAR. Mesin tersebut yang sudah diinvestigasi oleh KNKT.

“Temuan bagian mesin menunjukkan kedua mesin dalam keadaan hidup dengan RPM tinggi. Mesin berputar tinggi saat menyentuh air,” kata dia.

Lantas, Soerjanto yang kembali menegaskan, jika pesawat Lion Air JT 610 tersebut tidak meledak di udara. Dimana hasil invstigasi sementara KNKT yang mengatakan, bahwa pesawat hancur ketika bertubrukan dengan air laut.

“Kalau meledak sebelum jatuh ke air, serpihan pecahannya luas. Jadi, pesawat ini jatuh saat bersentuhan dengan air,” Soerjanto memungkasi.

Lihat Juga : Bisakah Black Box Tak Lengkap Ungkap Penyebab Kecelakaan Lion Air JT 610 ?

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono yang meminta kepada The National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat dan pabrik pembuat pesawat Boeing untuk mengambil tindakan lebih lanjut terkait atas jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Dimaksudkan supaya kecelakaan yang sama pada pesawat Boeing tidak terulang lagi pasa masa yang akan datang.

“KNKT minta kepada NTSB dan Boeing untuk melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang,” kata Soerjanto di Kantor KNKT, Jakarta Pusat Senin (5/11), seperti disiarkan CNN Indonesia TV.

Soerjanto yang meminta begitu sebab ada 200 unit pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang dipakai oleh maskapai-maskapai lain di dunia. Dimana Boeing 737 MAX 8 tersebut diketahui sebagai keluaran terbaru yakni dengan mengusung sejumlah kecanggihan teknologi serta desain yang lebih terkini dari pada yang seri lama.

Lihat Juga : Black Box FDR Lion Air JT 610 Selesai Diunduh KNKT, Ini Hasilnya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here