Apa yang Terjadi Jika CVR Lion Air Tidak Ditemukan? Ini Kata KNKT

0
823
Copyright©kompas

Bagaimana Jika Black Box CVR Tak Ditemukan? Ini Kata KNKT !

Indowarta.comTim SAR yang sampai dengan hari ini masih mencari keberadaan cockpit vioce recorder (CVR) Pesawat Lion Air JT 610 yang diketahui jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Dimana CVR merupakan perlu ditemukan yang berguna untuk melakukan investigas atas jatuhnya pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.

Ikuti Juga : Keluarga Dilarang Melihat Jasad Korban Lion Air, Ini Alasannya !

Sementara Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono yang menyatakan, apabila CVR tidak ditemukan maka hal tersebut mempersulit proses investigasi kecelakaan pesawat Lion Air. Oleh sebab itu, alat tersebut yang menyimpan percakapan pilot, kopilot dan tower Air Traffic Control (ATC).

Copyright©suara

“Jadi kita pengen tahu apa sih diskusi di antara mereka. Karena kalau kita hanya menebak kemungkinan mereka ngomong begini, itu kan enggak bisa,” kata Soerjanto di atas Kapal KRI Banda Aceh, Selasa (6/11/2018).

Disini Soerjanto yang mengatakan, CVR memiliki fungsi untuk memberikan tanda peringatan baha terbang kurang dari 1.000 feet. Dimana CVR dan FDR yang memiliki fungsi yang berbeda. Oleh sebab itu data dalam CVR bakal melengkapi investigas atas jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 itu.

“Kalau CVR, kita hanya menulis percakapan punya kaitan langsung dengan kecelakaan. Kalau tidak, seperti waktu di kokpit dia cerita lagi ke puncak bersama keluarganya kan enggak ada kaitannya. Itu yang akan kita enggak tulis. Kita akan menulis percakapan yang kaitan langsung dengan kecelakaan,” ujar Soerjanto.

Ikuti Juga : KNKT Ungkap, Mesin Pesawat Lion Air dalam Keadaan Hidup Saat Jatuh ke Laut !

Lebih lanjut, mengenai hasil Flight Data Recorder (FDR) Lion Air, pihaknya yang sampai dengan saat ini terus mempelajari hasil unduhan. Ia mengaku KNKT yang belum dapat memastikan kapan menyelesaikan isi dari FDR itu.

“Antara seminggu dan dua minggu. Untuk verifikasi, kalau bacanya bisa tiga sampai empat bulan tergantung kompleksitas masalah yang ada,” kata Soerjanto.

Misteri penyebab jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut yang mulai teurngkap. Walaupun belum sepenuhnya. Data FDR yang menunjukkan, jika pesawat telah mengalami kerusakan dalam empat penerbangan terakhirnya, termasuk kecelakaan pada 29 Oktober 2018.

“KNKT sedang mengumpulkan data terkait perbaikan yang dilakukan selama terjadi kerusakan ini,” ungkap Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di kantornya, Senin 5 November 2018.

Ikuti Juga : 13 Menit Menegangkan Sebelum Lion Air JT 610 Jatuh di Perairan Karawang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here