Lagi, Terdapat 89 Korban Lion Air yang Jatuh di Karawang Berhasil Teridentifikasi !

0
1261
Copyright©liputan6

Teridentifikasi, Tim DVI Temukan 89 Korban Lion Air yang Jatuh di Karawang !

Indowarta.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang sampai dengan hari Rabu 14 November 2018 telah berhasil mengidentifikasi 89 korban kecelakaan pesawat Lion Air yang diketahui jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

“Hingga saat ini, penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 89 penumpang dengan rincian laki-laki 66 orang dan perempuan 23 orang. Adapun jenazah yang berhasil teridentifikasi hari ini semua berdasarkan tes DNA,” kata Kepala RS Polri Keramatjati, Brigjen Pol Musyafak.

Lihat Juga : Komponen Lion Air JT 610 Ditemukan, Bakal Dibawa ke Pabrik Boeing di AS !

Seperti yang dikutip dari Antara, Musyafak yang mengatakan, Tim DVI yang kembali mengidentifikasi empat jenazah korban Lion Air yang diketahui jatuh pada Senin 29 Oktober 2018. Dimana keempat korban kecelakaan tersebut yang jasadnya telah berhasil diidentifikasi pada Rabu 14 November 2018, yakni atas nama Robert Susanto (laki-laki, 56 tahun),

WAJIB BACA :  Ada Bingkisan Khusus bagi Dua Prajurit Taifib Penemu Kotak Hitam !
Copyright©cnnindonesia

Nikky Bagas Susanto (laki-laki, 35 tahun), Shella (perempuan, 25 tahun) dan Zuiva Puspita Ningrum (perempuan, 39 tahun). Dimana pesawat Lion Air JT 610 bertipe Boeing 737 Ma 8 ini dengan nomor registrasi PK-LQP yang diketahui jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober usai dilaoprkan hilang kontak.

Dimana pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (Banten) dengan rute tujuan Bandara Depati Amir Pangkalpinang (Bangka Belitung) yang diketahui telah mengangkut sebanyak 189 penumpang, yang terdiri dari penumpang dan pilot serta awak pesawat. Sementara Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT 610

Lihat Juga : Evakuasi Korban Lion Air Jatuh Dihentikan, RS Polri Terima 666 Bagian Tubuh !

Yang juga belum ditemukan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang memperkirakan bahwa alat tersebut rusak ketika pesawat mengalami kecelakaan sebelumnya. Disisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sudah mengevaluasi manajemen Lion Air. Adapun Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono

WAJIB BACA :  Tim DVI Kembali Serahkan 13 Peti Jenazah Korban Lion Air kepada Pihak Keluarga !

Yang mengatakan, untuk saat ini pihaknya bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang mendatangi center point jatuhnya Boeing 737 Max 8. Dilakukan simulasi yakni dengan meletakkan ppinger ke dalam lumpur. Dimaksudnya, untuk mengetahui apakah CVR tersebut terendam lumpur yang masih bisa terdeteksi oleh pinger.

“Ternyata, pinger yang dimiliki (BPPT) masih bisa mendeteksi walaupun CVR terendam lumpur,” ucapnya seperti dilansir dari JawaPos.

Lihat Juga : Asuransi Rp 1,25 M dari Lion Air Akan Cair Setelah Proses Identifikasi Selesai !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here