Jelang Aksi Besok, Gerakan Ini Bakal Pukul Mundur Massa Reuni 212 !

0
433
Copyright©okezone

Ancam Pukul Mundur Massa Reuni 212, Gerakan Ini Dilaporkan ke Polisi !

Indowarta.com – Salah seorang warga yang bernama Fahmi Luthfi yang melaporkan adanya penggagas Gerakan Jaga Indonesia, Budi Djarot sebab dinilai telah mencemarkan nama baik serta mengancam bakal memukul mundur massa Alumni 212 yang bakal mengadakan reuni di Monas, Gambir, Jakarta. Dimana laporan tersebut yang diterima oleh

Ikuti Juga : Antara Bebasnya Ahok, Reuni 212 dan Pilpres: Kemanakah Arah Politik ?

Bareskrim Mabes Polri yakni dengan nomor LP/B/1566/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 30 November 2018. Adapun yang jadi masalah yakni soal ancaman Budi Djarot yang bakal mencopot bendera tauhid apabila berkibat di tengah-tengah massa.

WAJIB BACA :  Viral, Kakek Ini Mendadak Jadi Sorotan Peserta Aksi Reuni 212 !
Reuni 212
Copyright ©tribunnews

“Budi Djadrot lewat ormasnya, lewat YouTube mengatakan akan cabut bendera berbentuk kalimat tauhid. Ini penistaan agama,” kata Fahmi kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018).

Disamping Budi Djarot, ada juga seorang wanita yang juga dilaporkan sebab dituduh telah menghina Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Adapun mereka yang melaporkan penyebar video dan berita online yang diperkirakan memiliki muatan penistaan agama.

Oknum anggota GJI yang menghina Gubernur Anies dengan menyebut ‘banci, bego lo Anies’. Mereka unjuk rasa di kantor Gubernur DKI Jakarta, di mana dia sebut acara 212 perpanjangan HTI,” kata kuasa hukum pelapor, Pitra Romadoni Nasution.

WAJIB BACA :  Akan Ada Aksi 2411 Terkait Pidato Viktor Laiskodat!

Selanjutnya, kuasa hukum Fahmi yang lainnya, Elida Neti yang menjelaskan, pihaknya telah melampirkan beberapa barang bukti guna memperkuat laporannya. Yakni diantaranya berupa video, flashdisk, dan print out berita online yang memuat adanya aksi unjuk rasa di depan Pemprov DKI Jakarta. Disini mereka yang mendesak kepada pihak polisi

Ikuti Juga : Wiranto Sebut Reuni 212 Tak Lagi Relevan, Sebaiknya Bantu Sukseskan Pemilu !

Untuk segera menerima laporannya, yakni diharapkan polisi secepat saat memproses laporan terhadap Habib Bahar bin Smith yang dituding telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui ceramahnya.

“Pak Habib Bahar hina Pak Jokowi banci dipolisikan. Kami juga mau dia (GJI) diproses,” pungkasnya.

WAJIB BACA :  Setelah Bagikan Bunga, Anies Baswedan Tinggalkan Lokasi Reuni 212 di Monas!

Dimana terlapor yang dijerat dengan Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serta Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP jo Pasal 156 a KUHP, Pasal 14, dan 15 KUHP.

Ikuti Juga : Belum Pasti Hadiri Reuni 212, Sandiaga Uno Pertimbangkan 3 Hal Ini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here