Kemenlu Protes Pernyataan Dubes Saudi Terkait Gp Ansor !

0
183
Copyright©kompas

Protes Soal Cuitan Bendera Tauhid, Kemlu Panggil Dubes Arab Saudi !

Indowarta.comKementerian Luar Negeri RI yang menyesalkan atas pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaib. Dimana melalui akun Twitter-nya, Minggu (2/12/2018), Osamah yang mengatakan jika kegiatan pertemuan umat Islam di Monas kemarin sebagai reaksi atas pembakaran bendera di Garut sekitar sebulan lalu.

Ikuti Juga : Komentar Nylekit Putri Bung Karno Soal Insiden Ustadz Abdul Somad!

Adapun, dirinya yang turut menyebut jika ormas pembakar bendera itu sebagai ormas yang menyimpang. Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Armanatha Nasir mengatakan, setelah mengetahui soal twit itu, pihaknya secara langsung menghubungi Osamah.

Copyright©tempo

“Pada Hari Minggu itu juga pihak Kemlu melakukan komunikasi via telpon dengan Dubes Saudi, tapi yang bersangkutan sedang berada di luar negeri,” ujar Armanatha kepada Kompas.com, Selasa (4/12/2018).

Kemudian, pada Senin (3/12/2018), pihak Kemlu lantas memangil Wakil Dubes/Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta ke Kantor Kemenlu di Pejambon, Jakarta Pusat.

Pada pertemuan tersebut, Kemenlu yang mengungkapkan protes atas pernyataan Dubes Saudi di Twitter.

“Kami sampaikan Kemlu sangat menyesal dan kecewa pernyataan dalam media sosial Dubes Saudi di Jakarta,” ujar Armanatha.

Ia menjelaskan, jika substansi pernyataan Dubes Osamah di Twitter dinilai tidaklah tepat.

“Secara etika penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam medsos Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik,” kata dia.

Dari penuturan Tata, Wakil Dubes tersebut diketahui menyampaikan penyesalannya atas kondisi ini. Bahkan dirinya menegaskan jika pernyataan Dubes Saudi pada Twitter tersebut sebagai pendapat pribadi, bukan mewakili negara.

Ikuti Juga : Kementrian Luar Negeri Umumkan Hasil Seleksi CPNS, Cek Selengkapnya Di Sini!

“Dia menyampaikan bahwa pernyataan itu tidak mewakili Arab Saudi,” ujar pria yang akrab disapa Tata ini.

“Jadi sebelum ada surat dari GP Ansor dan press release dari PBNU, Kemenlu sudah terlebih dahulu menindaklanjuti masalah ini,” tambah dia.

Mengenai langkah selanjutnya apakah bakal dilakukan pemanggilan langsung kepada Osamah atau tidak, Tata hingga kini masih masih menunggu supaya yang bersangkutan kembali ke Indonesia terlebih dahulu.

“Sekarang masih di luar negeri,” ujar Tata.

Ikuti Juga : Densus 88 Bertolak Ke Filipina, Soal Ostri Pimpinan Maute!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here