Masuk Zona Merah, Polri Minta Dukungan masyarakat demi Pulihkan Keamanan di Papua !

0
559
Copyright©okezone

Polri Bakal Masuki Zona Merah, Masyarakat Diminta Dukung untuk Amankan di Papua !

Indowarta.comMabes Polri yang mengimbau kepada semua pihak untuk memberikan dukungan kepada upaya kepolisian dan TNI untuk memulihkan keamanan pasca penembakan terhadap pekerja jembatan di wilayah Kabupaten Nduga, Papua. Dimana Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal yang mengakui bahwa Nduga

Ikuti Juga : Kisah Pekerja Trans Papua Mengaku Pura-pura Mati Demi Lolos dari Pembunuhan !

Yang ditandai sebagai zona merah sehingga memerlukan penanganan yang serius demi terciptanya keamanan disana.

“Saya mengimbau kepada semua pihak, polisi dan TNI sedang bekerja dan fokus melakukan pemulihan (keamanan) di Nduga, Papua dan tolong dukung kami,” ujar Iqbal kepada Okezone, Kamis (6/12/2018).

Copyright©okezone

Berdasarkan pantauannya, adapun pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Nduga yang masuk wilayah zona merah yang memang benar adanya. Sebelumnya, wilayah ini yang diketahui aman-aman saja sebelum akhirnya terganggu oleh ulah kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.

“Kelompok Egianus Kogoya pindah ke sana pasca-dikejar pasukan TNI-Polri dari Kenyam ke Kabupaten Nduga, sampai akhirnya mereka melakukan aksi. Yang penting sekarang masyarakat mendukung polisi dan TNI untuk memulihkan keamanan di wilayah itu dan kami pastikan bisa tertangani dengan cepat,” pungkasnya.

Ikuti Juga : Catatan Kriminal Egianus Kogoya, Pemimpin KKB yang Tembak 31 Pekerja di Papua !

Terdapat sembilan belas orang yang dinyatakan menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Dimana mereka adalah pekerja PT Istaka Karya yang tengah menggarap pembangunan Jembatan Kalik Aurak dan Jembatan Kali Yigi. Sementara aparat keamanan yang telah menuding Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Pimpinan Egianus Kogoya sebagai otak di balik peristiwa sadis ini. Pengamat terorisme, Sidney Jones ang mengatakan jika kelompok Egianus Kogoya sebagai pentolan dari Kelly Kwalik, komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Diketahui bahwa Kelly Kwalik yang tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Namun, Egianus dan anak buahnya yang diketahui kelompok militan dan kebanyakan masih berusia muda. Melihat catatannya, Egianus yang diketahu kerap berbuat rusuh ketika pilkada serentak Juli lalu. Diketahui bahwa mereka yang berencana untuk mencegah pelaksanaan pemilu.

Ikuti Juga : 31 Pekerja Pembangunan Jembatan di Papua Dibunuh oleh Kelompok Bersenjata !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here