Kisah Mendagri soal Nduga, Papua: Setiap 3 Kilo, Petugas e-KTP Dipalak Rp5 Juta !

0
3499
Copyright©kompas

Mendagri Menyebut Nduga, Papua: Lokasi Pekerja Dibantai Dikenal Sebagai Zona Merah !

Indowarta.com – Dibalik kisah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat berada di Nduga, Papua sebagai tempat ajang adu senjata antara TNI dengan kelompok bersenjata. Dimana tempat tersebut yang merupakan lokasi belasan pekerja dibantai hingga tewas. Menurut Tjahjo, wilayah Nduga sejak dulu memang sudah dikenal sebagai daerah yang rawan.

Ikuti Juga : 3 Pasukan Elite TNI Diterjunkan, Siap Memburu Pemberontak di Papua !

Akibatnya, tak hanya soal perlawanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap TNI, namun  juga adanya masalah administrasi kependudukan. Lantas Tjahjo yang memberikan contoh seperti saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu.

Copyright©suara

“Tidak ada masalah, memang Nduga sejak dulu, urusan Pilkada ya ruwet,” ujar Tjahjo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Disamping itu, ia mengatakan jika gawatnya tempat itu sudah menjadi rintangan bagi pihaknya untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di daerah itu.

Tapi urusan gerombolan ini, itu dia tim e-KTP kami saja dipalak kok, setiap 3 kilometer ada gerombolan datang, bayar Rp 5 juta,” ungkap dia.

Walaupun begitu, ia telah mengingatkan kepada jajarannya di pemda setempat, untuk selalu bekerja sama dengan aparat keamanan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di daerah tersebut untuk menjaga pembangunan nasional.

Ikuti Juga : Masuk Zona Merah, Polri Minta Dukungan masyarakat demi Pulihkan Keamanan di Papua !

“Prinsip ini jangan menghambat program strategis pembangunan nasional, termasuk programnya Pak Gubernur, programnya Walikota, Bupati, soal keamanan ya kita sikat sama-sama, ga boleh dua orang, atau gerombolan pun yang menganggu konsolidasi pembangunan infrastruktur yang ada di semua daerah,” ucap dia.

Sekedar diketahui, bahwa pembunuhan sadis yang telah dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nduga, Papua terhadap pekerja PT Istaka Karya. Dimana Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian yang mengutarakan dari hasil informasi sementara, ada 20 korban yang tewas, yaitu 19 pekerja dan satu anggota TNI yang gugur.

Dimana mereka dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ketika membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga. Dengan adanya kejadian tragis itu, proyek Trans Papua yang dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019 itu dihentikan untuk sementara waktu.

Ikuti Juga : Kisah Pekerja Trans Papua Mengaku Pura-pura Mati Demi Lolos dari Pembunuhan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here