Amarah Prabowo kepada Pers Dianggap Bisa Jadi Bumerang Baginya !

0
739
Copyright©antara

Kritikan Prabowo kepada Jurnalis Dinilai Bisa Merugikan Dirinya Sendiri !

Indowarta.com – Dimana pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang diketahui telah mengecam profesi jurnalis atas pemberitaan Reuni 212 yang dianggap dapat menjadi bumerang baginya. Sebaiknya, sindiran kepada media tersebut yang seharusnya disalurkan melalui pengaduan di Dewan Pers.

Lihat Juga : Condong ke arah Jokowi, PBB Akui Ada juga Caleg yang Dukung Prabowo !

“Ungkapannya Pak Prabowo sangat tidak pas. Sangat disayangkan. Ini dikhawatirkan bisa menjadi bumerang bagi elektabilitas Pak Prabowo sebagai capres. Mengkritik media, jurnalis, tidak begitu caranya,” tandas pengajar Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro Semarang,M Yulianto, di Semarang, Kamis (6/12).

WAJIB BACA :  Prabowo-Sandi, Gerilya di Jateng, PDIP: Pendukung Jokowi Makin Solid !
Copyright©cnnindonesia

“Pers punya kekuatan besar di negara Demokrasi, harusnya bisa direngkuh dan diajak berteman, tidak dimusuhi. Bisa jadi bumerang yang menyerang,” ia menambahkan.

Dimana sebelumnya, Prabowo pernah geram sebab tak sedikit media tak meliput aksi dari Reuni 212, di Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12). Yang mana, Prabowo diketahui mengaku kecewa atas pemberitaan terkait jumlah massa Reuni 212. Lantas dia yang menilai jika media sudah berpihak dan terlebih meminta kepada para pendukungnya untuk tidak menghormati wartawan.

Di sisi lain, Yulianto yang berucap, pernyataan tersebut dinilai terlalu kasar sehingga membuat kalangan pers menjadi tidak simpatik kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu. bahkan, tambah Yulianto, Prabowo yang dinilai sering mengkritik jurnalis.

WAJIB BACA :  Terkait Salah Ucap Rasulullah, Prabowo Subianto Disarankan untuk Sampaikan Permohonan Maaf !

“Kalau yang keluar nadanya keras dan disampaikan di depan publik, terlihatnya kasar. Dan tidak sekali ini saja lho Pak Prabowo itu mengkritik media,” ujar dia.

Lihat Juga : Prabowo Semprot Media, Lantaran Manipulasi Jumlah Reuni Akbar 212 di Monas !

Sekedar diketahui, dimana dalam beberapa kasus yang menyangkur Prabowo dengan jurnalis. Pada 25 Oktober 2013, Prabowo mengatakan supaya masyarakat tidak lagi mempercayai pemberitaan di media massa sebab menurutnya wartawan bisa disogok. Lantas, pada keesokan harinya, Prabowo yang diketahui meminta maaf kepada para wartawan.

Sebelumnya, pada 9 Juli 2014, di Hambalang, Bogor, Ketua Umum Partai Gerindra ini terlihat marah besar kepada beberapa reporter televisi. Ia menganggap jika pemberitaan yang ditayangkan oleh sejumlah media televisi dinilai sering menyudutkan dirinya.

WAJIB BACA :  Terkait Salah Ucap Rasulullah, Prabowo Subianto Disarankan untuk Sampaikan Permohonan Maaf !

Pada 14 Juli 2014, Prabowo kembali memperlihatkan amarahnya ketika jumpa pers di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Prabowo yang lantas menolak berbicara dengan wartawan The Jakarta Post lantaran tudingan keberpihakan dari pemilik media itu.

Lihat Juga : Sering Blunder, Mengapa Jokowi dan Prabowo Tidak Manfaatkan Juru Bicara ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here