Istana Angkat Bicara soal Dugaan Surat Terbuka OPM untuk Jokowi !

0
2937
Copyright©cnnindonesia

Perihal Surat Terbuka dari OPM untuk Jokowi, Ini Tanggapan Istana !

Indowarta.com – Diketahui Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo yang telah mengetahui adanya surat terbuka yang diperkirakan dikirimkan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) kepadanya. Sementara pihak Istana yang tidak terlalu mengurusi surat terbuka tersebut lantaran penulisnya ataupun pengirimnya yang bisa siapa saja.

Lanjut Baca : Jokowi Mendadak Tetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional !

“Sudah tahu, tapi kami tidak terlalu (fokus) ini, karena kami tidak tahu siapa orangnya dan sekarang ini bisa siapa saja yang menulis,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/12).

Copyright©kompas

Dimana sebelumnya, telah beredar yakni surat terbuka berkop Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang terdiri dari tiga halaman. Adapun dalam surat tersebut yang tak tertera adanya alamat fisik kantor yang hanya mencantumkan email dan nomor ponselnya.

Diketahui surat yang ditandatangani oleh Kepala Staf Umum TPNPB Mayor Jenderal Teryanus Satto tersebut yang menyebut penolakan atas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah di Papua Barat.

Rakyat Papua inginkan hak politik penentuan nasib sendiri (Self Determination) dan ingin pisah dari Indonesia untuk merdeka penuh dan berdaulat dari penjajah Indonesia,” bunyi surat itu.

Sementara pihak TPNPB yang meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pembangunan jalan Trans Papua serta menekan supaya pasukan militer untuk ditarik dari Kabupaten Nduga. Selain itu, mereka juga meminta kepada pemerintah untuk mengizinkan jurnalis asing, palang merah internasional, dan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) masuk ke Nduga.

Lanjut Baca : Terbongkar, La Nyalla Mengaku Sebar Isu Jokowi PKI, Kristen dan Keturunan China !

Mereka mengancam akan terus memerangi Indonesia jika pemerintah tidak mengabulkan permintaannya.

Lepas dari itu, Pramono yang mengatakan bahwa pemerintah yang diketahui telah membangun infrastruktur di sana lantaran hal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Sementara sikap OPM yang menolak pembangunan infrastruktur menunjukan tidak pro kepada rakyat Papua.

“Katakanlah siapa pun yang mengatakan seperti itu, menyatakan tidak butuh rakyatnya disejahterakan, itu semakin menunjukkan mereka tidak ingin masyarakat Papua semakin sejahtera,” ucapnya.

Lanjut Baca : Ruhut Sitompul: Dukung Jokowi, Ahok Tak Ingin Terjun ke Dunia Politik Lagi !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here