Inilah Akhir Damai dari Kasus Pemotongan Nisan Salib di Yogyakarta !

0
1663
Copyright©kompas

Kisah di Balik Pemotongan Nisan Salib di Pemakaman Umum Yogyakarta !

Indowarta.com – Insiden pemotongan nisan salib di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kotagede, Yogyakarta, yang sebelumnya membuat heboh warga. Dimana kabar tersebut yang berkembang malah Yogyakarta yang digadang-gadang sebagai daerah yang intoleran. Bahkan, Gubernur Daerah Istimewat Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X

Lihat Juga : Viral, Empat Wanita Menari Erotis Saat Prosesi Pemakaman Sahabatnya !

Yang menyangka jika peristiwa pemotongan nisan salib di TPU Kotagede yogyakarta merupakan bentuk intoleransi warga Yogyakarta. Disebabkan, ada latar belakang kasus yang beredar usai videl di media sosial, Selasa (18/12/2018) yang lain yakni beredar sebuah informasi yang mana beredar luas di media sosial tersebut.

WAJIB BACA :  Ribuan Warga Yogya Direncanakan Siap Peringati Hari Lahir Pancasila Besok!
Copyright©kompas

Disini Sultan yang menerangkan mengenai kronologi kasus pemotongan nisan salib yang tak seperti di beritakan di media sosial dan tak ada demonstrasi dari warga.

Masalah ini sudah diselesaikan oleh Wali Kota,” ujarnya di UGM, Rabu (19/12/2018).

Dari pemaparan Sultan, kebanyakan masyarakat yang ada di wilayah tersebut beragama muslim. Sehingga jika ada tetangga yang berbeda agama meninggal, maka diputuskan untuk dimakamkan di tempat tersebut, daripada di tempat lain. Adapun mengenai kasus pemotongan nisan salib tersebut viral di media sosial lantaran tak sesuai dengan kejadian aslin. Sehingga Yogyakarta yang dinilai inteloran yang dibantah oleh Sultan.

“Konsekuensi dianggap intoleransi karena diviralkan, padahal tidak ada masalah,” tuturnya.

WAJIB BACA :  Ribuan Warga Yogya Direncanakan Siap Peringati Hari Lahir Pancasila Besok!

Hal serupa juga turut diungkapkan oleh tokoh masyarakat sekitar. Nur Hudin yang menilai bahwa pihak keluarga Slamet Sugihardi yang sebetulnya tidak mempermasalahan hal itu.

“Ini jadi viral karena ada orang luar yang memviralkan. Keluarga itu sudah ikhlas. Kasihan mereka masih berduka,” ucap Slamet seperti dikutip laman Solopos.

Lihat Juga : Saksikan Pemakaman Putranya Lewat VideoCall, Inilah Kabar Artis Rini S Bono !

Disini Bedjo sebagai tokoh masyarakat yang mengatakan, istri dari Slamet atas nama Maria Sutris Winarni tersebut yang mengaku sepakat atas pemakaman suaminya yang tidak menyandang simbol agama.

“Warga bahkan ikut membantu proses pemakaman. Hanya saja memang tidak diperbolehkan untuk menggunakan simbol agama,” katanya.

WAJIB BACA :  Ribuan Warga Yogya Direncanakan Siap Peringati Hari Lahir Pancasila Besok!

Lepas dari itu, Ketua RT setempat, Soleh Rahmad Hidayat yang mengaku pemakaman tersebut yang terjadi di daerah pusara Slamet sebagai kuburan muslim dan telah disepakari oleh warga dan pengurus kampung. Dimana dalam pemakaman tersebut yang tak diperbolehkan adanya simbol agama, sebab dikhawatirkan menimbulkan konflik di masyarakat.

Lihat Juga : Bikin Geger, Belasan Batu Nisan di Pemakaman Umum Dirusak Orang tak Dikenal !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here