Ruang Kerja Menpora Imam Nahrawi Digeledah oleh KPK, Ini Alasannya !

0
243
Copyright©instagram

Ini Alasan KPK Geledah Ruang Kerja Menpora Imam Nahrawi !

Indowarta.comKPK yang diketahui telah melakukan penggeledahan pada ruang kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yakni Imam Nahrawi yang diduga terkait kasus dugaan suap soal dana hibah ke KONI. Dimana penggeledahan tersebut yang rasa perlu dilakukan sebab Iman sebagai Menpora yang dianggap tahu betul soal pemberian dana hibah ke KONI.

Ikuti Juga : Berita Terkini: Tagar #CabutPembekuanPSSITanpaSyarat Jadi Trending Topic, Kemenpora Imam Nahrawi Dihujat !!

“Ya karena proses pengajuan proposal itu kan ada alurnya mulai dari pihak pemohon sampai diajukan ke Menpora,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Kamis (20/12).

WAJIB BACA :  Irwandi Yusuf, Bupati Aceh yang Menolak Fee Tapi Terjerat Korupsi
Copyright©kumparan

Adapun pengajuan proposal dana hibah tersebut, Febri yang lantas mengatakan Menpora dapat menentukan sikap soal diterima atau tidaknya pengajuan dana hibah itu.

“Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau disposisi kan misalnya dan bagaimana proses selanjutnya jika disetujui dan tidak disetujui itu kan perlu kami temukan secara lengkap,” ucap Febri.

Saat penggeledahan di ruangan Imam Nahrawi, Febri yang mengatakan jika KPK berhasil mengamankan beberapa proposal dan dokumen yang tentunya ada kaitannya dengan dana hibah.

“Tadi dari ruang Menpora diamankan sejumlah proposal-proposal dan dokumen hibah juga,” kata Febri.

Ikuti Juga : Pemerintah Tetap Beri Bonus Atlet Tanpa Medali Asian Games 2018 !

Disini KPK yang telah berhasil menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan suap pencairan dana hibah Kemenpora kepada KONI. Mereka yakni Staf Kemenpora Eko Triyanto, Asisten Deputi Olahraga Prestasi Adhi Purnomo, Deputi IV Kemenpora Muloyana, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, serta Bendahara KONI ykni jhonny E. Awuy.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Akan Lolos Dari jeratan KPK Lagi?

Tak sendiri, Mulyana yang bersama dengan Eko dan Adhi yang diduga telah menerima Rp 318 juta dari Ending dan Jhonny. Dimana dugaan suap tersebut yang diberikan sebagai bagian fee dari pencarian dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018. Disamping itu, ada ATM bersaldo Rp 100 juta, mobil Toyota Fortuner dan satu Samsung Note 9 yang diperkirakan telah diterima oleh Mulyana sebagai suap.

KPK yang memperkirakan, adanya kongkalikong yang telah terjalin sejak pengajuan proposal hibah senilai Rp 17,9 miliar tersebt berlangsung. Dimana pejabat Kemenpora diduga meminta fee 19,13 persen dari nilai hibah atau Rp 3,4 miliar.

Ikuti Juga : Jokowi Sebut Pencairan Bonus bagi Atlet Medali Asian Games 2018, Harap Disegerakan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here