Jokowi Perintahkan BMKG Untuk Ganti Alat Peringatan Dini Tsunami yang Rusak !

0
247
Jokowi
Copyright©liputan6

Alat Peringatan Dini Tsunami Rusak, Jokowi Instruksikan BMKG Segera Ganti !

Indowarta.com – Setelah adanya tsunami yang diketahui melanda sejumlah wilayah di Selat Sunda, Presiden Joko Widodo yang memberikan instruksi kepada pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memberintahkan untuk mengecek dan mengganti semua alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang rusak.

Lanjut Baca : Tim Jokowi Nilai Prabowo Tak Islami saat Gebrak Meja Di Depan Ulama !

Selain itu, Jokowi yang menegaskan, pemerintah telah menganggarkan di APBN 2019 untuk mengganti semua peralatan yang rusak.

Copyright©antara

“Ya nanti akan segera kita perintahkan. Sebetulnya sudah saya perintahkan juga untuk mengecek semua peralatan itu dan mengganti apabila ada yang rusak,” udapnya di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Minggu (23/12).

WAJIB BACA :  Hadiri Acara Ulama Muda Indonesia, Jokowi Didampingi Moeldoko dan Teten !

“Tapi saya kira ini nanti masuk di anggaran baru 2019 awal Januari akan saya perintahkan agar mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau yang sudah lama tidak bisa dipakai,” tandas Jokowi.

Dimana mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang mengutarakan, telah menginstruksikan BNPN, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, dan Menteru PUPR Basuki Hadimuljono untuk segera mengatasi dan melakukan tindakan darurat. Dan melakukan penangangan dengan cepat.

“Saya juga telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-sepanjang,” tutup Jokowi.

Di lain sisi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang mengungkapkan bahwa ada dua dugaan terkait terjadinya tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam. Dimana dua dugaan pemicu tsunami yakni sebagai faktor alam.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Inilah Alasan Utama Kenapa Presiden Jokowi Tak Menemui Pendemo Di Depan Istana Negara!

Lanjut Baca : Saat Jokowi Resmikan Tol Trans Jawa, Aksi Lucu 2 Menteri ini Jadi Sorotan Publik…

“Kemungkinan penyebabnya adalah longsoran bawah laut karena aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kedua bersamaan dengan gelombang pasang karena purnama,” katanya di BPBD DIY, Minggu (23/12).

Dia menambahkan, dimana pada mulanya terjadinya tsunami di Selat Sunda, BMKG yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut sebagai gelombang pasang. Walaupun begitu pernyataan tersebut yang lantas diralat oleh BMKG menjadi tsunami.

“Jadi tsunami benar-benar terjadi di pantai di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lampung Selatan. Dari laporan masyarakat dan BPBD diketahui ketinggian tsunami mencapai 2 hingga 3 meter,” ungkapnya.

Lanjut Baca : Di Pilpres 2019 Ini, Jokowi dan Prabowo saling Adu Pamer Keislaman !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here