Ini Penjelasan Ahli Geologi soal Tsunami Selat Sunda yang Dipicu Letusan Anak Krakatau !

0
311
Copyright©okezone

Tsunami Selat Sunda Dipicu Letusan Anak Krakatau, Begini Penjelasan Ahli Geologi !

Indowarta.com – Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru, yang mengatakan atas sejumlah kemungkinan-kemungkinan yang disebut oleh adanya letupan dari Gunung Anak Krakatau sebagai pemicu tsunami di Selat Sunda. Berdasarkan analisa ada tiga, yang menyatakan bahwa tsunami tersebut yang memang berasal dari letupan Anak Krakatau.

Lihat Juga : Aa Jimmy Meninggal Terseret Tsunami, Anak dan Istri Dinyatakan Hilang !

Yang pertama, menurutnya, adanya guguran lava yang masuk ke dalam laut yang mampu meruntuhkan beberapa sisi. “Lava yang masuk ke laut meruntuhkan satu beberapa sisi flank dari Gunung Api tersebut,” kata Sukmandaru kepada Okezone, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

WAJIB BACA :  Zona Bahaya Gunung Anak Krakatau Diperluas Hingga 5 Kilometer !
Copyright©okezone

Lantas, ucap Sukandari, sehingga mengakibatkan tremor yang menggerakkan magma dan erupsi, dengan tidak langsung memicu adanya longsoran dibawah laut pada tebing-tebing yang diketahui banyak terdapat di Selat Sunda.

“Letusan Krakatau semalam menghasilkan pyroclastic flow atau awan panas, dan masuk ke laut. Yang ketiga ini masih menunggu data dari PVMBG,” ucap Sukmandaru.

Disamping itu, menurut Sukamdaru, melalui analisa tersebut yang dapat ditarik kesimpulan dari hasil info magma yang dimiliki PVMBG Badan Geologi. Yang mana, sebelum terjadi tsunami, melalui waktu enam jam telah tercatat Anak Krakatau mengalami setidaknya 423 letusan.

Lihat Juga : Jokowi Perintahkan BMKG Untuk Ganti Alat Peringatan Dini Tsunami yang Rusak !

“Record tentang jumlah dan intensitas letusan setelah 18.00 wib terutama sebelum tsunami datang sekira 21.30 wib sangat penting untuk dasar evaluasi,” tutup Sukmandaru.

WAJIB BACA :  Pengakuan Korban Selamat Tsunami Anyer, Mengapung 7 Jam di Alat Musik Band Seventeen !

Di lain sisi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang mengungkapkan, Indonesia yang belum mempunyai sistem peringatan dini tsunami yang disebabkan adanya longsorang di bawah laut disebabkan erupsi gunung api. Dimana alat yang tersedia sekarang ini hanyalah sistem peringatan dini akibat gempa yang dapat memberikan informasi kepada publik 5 menit setelah adanya gempa.

“Indonesia harus membangun sistem peringatan dini yang dibangkitkan longsor bawah laut dan erupsi gunung api. Adanya gempa menyebabkan longsor bawah laut lalu memicu tsunami di antaranya tsunami Maumere 1992 dan tsunami Palu 2018,” tulis Sutopo di akun Twitter-nya, @Sutopo_PN, Senin (24/12/2018).

Lihat Juga : Ternyata Ini Alasan NASA Pantau Gunung Anak Krakatau yang Sebabkan Tsunami Anyer !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here