Sutopo BNPN: Anak Gunung Krakatau Tumbuh 4-5 Meter Per Tahunnya !

0
291
Copyright©liputan6

Sutopo BNPN Ungkap, Anak Gunung Krakatau Tumbuh 4-5 Meter Per Tahunnya !

Indowarta.com – Gelombang tsunami yang telah melanda Serang dan Lampung pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Dimana penyebab utama yang diduga berasal dari erupsi gunung anak Krakatau di dalam lautan. Adapun Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Lanjut Baca : Ternyata Ini Alasan NASA Pantau Gunung Anak Krakatau yang Sebabkan Tsunami Anyer !

Sutopo Purwo Nugroho yang menerangkan, erupsi gunung anak krakatau tersebut yang disinyalir memicu adanya gelombang tsunami pada 22 Desember 2018 bukan yang terbesar. Yang mana pada periode Oktobr hingga November yang telah terjadi gelombang yang lebih besar lagi. melalui akun Twitter resminya,

WAJIB BACA :  BMKG Masih Kesulitan Pantau Kawah Gunung Anak Krakatau Usai Longsor !
Copyright©twitter

Dia yang lantas memberikan informasi mengenai pantauan gunung anak krakatau yang juga dilampirkan dengan gambar. Berdasarkan foto itu yang diketahui diambil dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23 Desember 2018.

“Erupsi kemarin bukan yang terbesar. Periode Oktober-November 2018 terjadi erupsi lebih besar. Status Waspada (level 2),” tulis Sutopo yang dikutip Liputan6.com, Senin (24/12/2018).

Disini Sutopo yang lantas menerangkan, bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam 3 bulan terakhit yang terjadi dalam setiap hari. Yakni adanya pertumbuuhan yang kian meningkat di setiap tahun.

“Hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau meletus. Status tetap Waspada. Radius berbahaya 2 km dari puncak kawah,” tulisnya.

WAJIB BACA :  Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau Mungkin Bisa Sebabkan Tsunami !

Selain itu, pertumbuhan Gunung Anak Krakatau yang kian meningkat. Ucpa Sutopo, dimana pertumbuhan itu yang terjadi dalam setiap tahunnya.

Lanjut Baca : Berstatus Waspada, Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali ?

“Gunung Anak Krakatau masih dalam tahap pertumbuhan. Tubuhnya tambah tinggi 4-6 meter per tahun,” tulisnya lagi.

Sementara Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar yang mengatakui bahwa terjadinya letudan pada gunung anak krakatau tersebut pada Sabtu (22/12/2018) malam.

“Tanggal 22 Desember, seperti biasa hari-hari sebelumnya Gunung Anak Krakatau terjadi letusan. Jam 21.03 tadi malam terjadi letusan, selang beberapa lama ada info tsunami,” jelas dia kepada Liputan6.com, Minggu (23/12/2018).

WAJIB BACA :  Gunung Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Mengaku Sempat Melihat Gunung Terbelah !

Pihaknya yang tengah mendalami soal aktivitas letusan gunung anak Krakatau yang memicu tsunami di wilayah Anyer dan pantai pesisir Lampur Selatan.

Lanjut Baca : Ini Penjelasan Ahli Geologi soal Tsunami Selat Sunda yang Dipicu Letusan Anak Krakatau !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here