Dibalik Banyaknya Korban Tewas Tsunami Banten, Ada Tangan-Tangan Jahat !

0
10542
Copyright©detik

Korban Tsunami di Banten Begitu Banyak, Lantaran Tangan-Tangan Jahat ini ?

Indowarta.comTsunami yang diketahui telah menerjang sejumlah wilayah pantai di Selat Sunda, Banten, pada Sabtu, pukul 21.27 WIB. Dimana atas peristiwa tersebut, sebanyak 222 orang meninggal dunia dan 28 lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan. Sementara BNPB yang telah mencatat 843 orang mengalami luka-luka.

Lihat Juga : Jumlah Korban Tewas Tsunami Banten-Lampung Mencapai 229 Orang !

Adapun jumlah sementara korban yang mencapai 1093 korban. Diperkirakan jumlah tersebut bakal terus betambah lantaran proses evakuasi korban yang hingga kini masih terus berjalan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang mengungkapkan adanya fenomena tsunami di Selat Sunda yang dinilai langka.

WAJIB BACA :  Zona Bahaya Gunung Anak Krakatau Diperluas Hingga 5 Kilometer !
Copyright©okezone

Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu,” ujar Sutopo dalam akun Twitter miliknya.

Walaupun fenomena tsunami tersebut yang dinilai jarang tejadi dan tsunami memang bisa muncul kapan saja, namun bagi pemerintah yang sebetulnya sudah menyiapkan sejumlah program terkait penanggulangan tsunami, yakni alat pendeteksi tsunami serta pembangunan shelter. Lantas, kenapa masih saja banyak korban yang tidak dapat diselamatkan ?

Dikutip dari IDN Times yang telah merangkum 2 program yang diusung oleh pemerintah tetapi dirusak oleh tangan-tangan jahat sejumlah orang.

1 Pembangunan shelte tsunami yang dikorupsi dan merugikan negara Rp 16 miliar

Adapun pemerintah yang telah menanganggarkan sebanyak Rp18 miliar dari APBN 2014 demi pembangunan shelte tsunami di Labuan, Pandeglang, Banten. Dmana dana tersebut yang rupanya tak sesuai dengan spesifikasi sebab tidak dapat digunakan sebagi bangunan penyelamat dari gempa dan tsunami dan dinyatakan gagal konstrksi. Disebutkan negara mengalami kerugian mencapai Rp16 miliar lebih.

WAJIB BACA :  Sempat Khawatir, Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Tontonan Warga Cilegon !

Lihat Juga : Ini Penjelasan Ahli Geologi soal Tsunami Selat Sunda yang Dipicu Letusan Anak Krakatau !

2 Rusaknya alat pendeteksi gempa selama belasan tahun dan mahalnya dana yang dikeluarkan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan alat pendeteksi tsunami (buoy) d sejumlah wilayah peairan yang dinyatakan rusak, temasuk di perairan Selat Sudan. Terlebih alat pendeteksi tsunami di Selat Sunda yang diketahui telah rusak dan dinyatakan hilang sejak 2007. Sampai sekarang ini, alat pendeteksi tsunami tersebut yang belum kunjung dipasang kembali.

Kepala Pusat BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang sempat mengatakan jika rusaknya buoy lantaran adanya aksi vandalisme. Dimana pengadaan dan pemeliharaan buoy sebagai kewenangan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Lihat Juga : Aa Jimmy Meninggal Terseret Tsunami, Anak dan Istri Dinyatakan Hilang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here