Pengakuan Korban Selamat Tsunami Anyer, Mengapung 7 Jam di Alat Musik Band Seventeen !

0
775
Copyright©tribunnews

Berkat Alat Musik Band Seventeen yang Mengapung, Korban Tsunami Banten ini Selamat !

Indowarta.com – Bencana tsunami di Selat Sunda, Banten, yang diketahui telah menyisakan duka mendalam bagi pria yang benama Willy Siska. Dimana bencana yang telah merenggut nyawa istri dan juga putri sulungnya, sedangkan keberadaan dari sang putra bungsu yang sampai dengan saat ini masih belum juga diketahui.

Lanjut Baca : Dibalik Banyaknya Korban Tewas Tsunami Banten, Ada Tangan-Tangan Jahat !

Willy Siska yang lantas mengaku sempat tersapu oleh gelombang tsunami dan teombang-ambing selama tujuh jam, sebelum dirinya diselamatkan oleh tim SAR. Seperti yang telah dibeitakan oleh Fokus Indosiar, Senin (24/12/2018), dua jenazah ibu serta anak korban bencana tsunami Selat Sunda yang telah dmakamkan oleh pihak keluarga pada Senin pagi.

WAJIB BACA :  Istri Ifan Seventeen Jadi Korban Tsunami Selat Sunda, Gerindra Turut Berduka !
Copyright©okezone

Dketahui bahwa korban yang benama Yunita Primawati dan putrinya, Alya, yang telah disemayamkan dalam satu liang lahat di Pemakaman Umum Cipinang Baru, Pulogadung, Jakarta Timur. Suasana haru yang turut menyelimuti pemakaman ibu dan anak tersebut. Sementara bagi suami sekaligus ayah korban, Willy Siska,

Yang berusaha untuk tetap tegar ketika mengiringi kedua orang tercintanya dimakamkan. Sementara detik-detik bencana tsunami yang telah menerjang daratan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, pada Sabtu malam, 22 Desember lalu, yang masih menyisakan luka di dalam ingatan Willy Siska. Dimana gelombang tsunami yang tiba-tiba menyeret semua yang berada di bibir pantai tanpa mampu untuk menghindari.

Lanjut Baca : Jumlah Korban Tewas Tsunami Banten-Lampung Mencapai 229 Orang !

Willy dan keluarganya, yang diketahui pada saat peristiwa tersebut tengah berada di tenda acara gatherng pegawai PLN. Dimana Willy yang sempat teseret dan digulung-gulung oleh ombak, sehingga terpisah dengan istri dan juga anaknya. Willy yang terseret oleh gelombang dan terombang-ambing di tengah sejauh lima kilometer dari pantai.

WAJIB BACA :  Ternyata Longsoran ini yang Sebabkan Tsunami Selat Sunda Seluas 64 Hektar !

Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah mencatat sebanyak 334 korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami yang memporakporandakan perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, Sabtu, 22 Desember malam. Dimana jumlah tersebut yang masih sementara dan kemungkinanbisa bertambah dengan adanya evakuasi yang terus berjalan.

Lanjut Baca : Ini Penjelasan Ahli Geologi soal Tsunami Selat Sunda yang Dipicu Letusan Anak Krakatau !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here