BMKG Masih Kesulitan Pantau Kawah Gunung Anak Krakatau Usai Longsor !

0
497
Copyright©bnpb

Setelah Longsor, BMKG Mengaku Kesulitan Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau !

Indowarta.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati yang mengungkapkan jika sampai dengan hari ini pihaknya yang masih belum bisa melihat secara detail soal keadaan tebing dan dinding kawah dari Gunung Anak Krakatau setelah terjadinya longsor. Disini, Dwikorita yang mengatakan,

Ikuti Juga : Ini Penjelasan Ahli Geologi soal Tsunami Selat Sunda yang Dipicu Letusan Anak Krakatau !

Dalam beberapa hari yang lalu dirinya saat bersama petugas BMKG dan TNI yang diketahui menaiki pesawat guna memantau Gunung Anak Krakatau, namun masih belum bisa mendekat.

“Kami sudah dua kali terbang mendekat ke arah Gunung Anak Krakatau, dalam rangka mengecek langsung tebing kawah sampai saat ini belum bisa kami dekati,” papar Dwikorita di kantornya, Rabu (26/12/2018).

WAJIB BACA :  BMKG: Gempa 6.4 SR di Bengkulu Tak Berpotensi Tsunami!
Copyright©okezone

Tetapi, tambah dia, diketahui dalam dua hari ini kampi hampir sampai. Namun, selali terhalang oleh awan tebal yang menyelimuti gunung Anak Krakatau.

“Dan hari pertama kami sudah kena kaca pesawat kena partikel abu, sehingga kami bersmaa TNI menyatakan bahwa ini dapat membahayakan mesin pesawat, harus segera kembali,” jelas dia.

Disamping itu, adanya faktor cuaca yang diketahui membuat pihak BMGK mengaku kesulitan untuk menuju ke lokasi. Yakni angin kencang sehingga membawa arah sebaran debu dari gunung Anak Krakatau.

Ikuti Juga : Ternyata Ini Alasan NASA Pantau Gunung Anak Krakatau yang Sebabkan Tsunami Anyer !

“Arah sebaran abunya itu akan terdeteksi dengan dipengaruhi arah angin,” pungkasnya.

WAJIB BACA :  Viral, Ramalan Gempa Megathrust di Jawa Khususnya Jakarta, BMKG Beri Penjelasan Sebenarnya !

Sementara itu, guna memantau aktivitas gunung Anak Krakkatau, Badan Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) yang telah menurunkan enam seismograf atau disebut alat guna mencatat gempa bumi di sekutar gunung Anak Krakatau. Adapun Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono yang mengungkapkan

Jika keenam seismograf tersebut mulai dioperasikan lebih awal, dinilai hal tersebut sangat membantu untuk melakukan pemantauan langsung yang berada di wilayah Banten dan Lampung. Kedepannya, seismofraf yang difungsikan untuk emmantau aktivitas gunung Anak Krakatau yang dinilai cukup membantu dan berpotensi yang dapat ditimbulkan adanya longsor.

“Karena itu dengan seismograf yang dimiliki BMKG, dengan mengepung Gunung Anak Krakatau, diharapkan bisa mencatat kalau satu sensor mencatat itu setelah diatur dia akan mengeluarkan alarm,” ujar Rahmat di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa 25 Desember 2018 malam.

Ikuti Juga : Berstatus Waspada, Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here