Ternyata Longsoran ini yang Sebabkan Tsunami Selat Sunda Seluas 64 Hektar !

0
2249
Copyright©merdeka

Tsunami Sapu Selat Sunda Disebabkan Longsoran Krakatau Seluas 64 Hektar !

Indowarta.com – Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kushendratno yang menerangkan, dari hasil laporan citra satelit yang diperleh, tsunami yang terjadi di wilayah Selat Sunda disebabkan adanya longsoran Gunung Anak Krakatau yang besar, diperkirakan mencapai 64 hektar.

Lihat Juga : Terkait Tsunami Selat Sunda, Ma’ruf Amin Ingin Anggaran Bencana Diperbesar !

“Entah bagaimana bisa menimbulkan tsunami. Dari data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika), luas yang longsor itu 64 hektar. Jadi longsor berupa blok turun, seperti kita menjatuhkan benda besar ke dalam kolam langsung riaknya tinggi. Nah, itu sampai ke sini kecil kan dari pos Pasauran, itu sampai setengah meter,” katanya yang dihubungi Kompas.com, Rabu (26/11/2018).

WAJIB BACA :  Berita Terkini: BMKG Deteksi Adanya 10 Titik Panas di Jambi!
Copyright©kompas

Walaupun demikian, pihaknya yang hingga kini masih belum bisa memastikan terkait penyebab longsoran tersebut terjadi. Lantaran hingga saat ini, tim yang masih belum bisa mendekati lokasi gunung mengingat adanya cuaca buruk yang sedang terjadi. Tetapi dari hasil laporan citra satelit BMKG, ucapnya, diperoleh foto usai letusan terjadi. Terlihat jelas adanya perubahan yakni pengurangan dari fisik gunung Anak Krakatau.

“Mereka (BMKG) hitung 64 hektar. Jika divisualisasikan, luas area itu mungkin seluas lapang bola atau hotel yang ambruk sekaligus,” ujarnya.

Dari penuturannya, dimana longsoran tersebut yang sebagaian merupakan endapan dari erpsi gunung Anak Krakatau, sejak bulan Juni sampai dengan sekarang.

“Sebagian tubuhnya yang baru-baru endapan Krakatau dari bulan Juni sampai saat ini,” katanya.

WAJIB BACA :  Berstatus Waspada, Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali ?

Lantaran letusannya sejak buli Juni, terlebih adanya lava gunung Anak Krakatau yang telah sampai ke Pantai.

Lihat Juga : Isu Tsunami Susulan, Warga Pesisir Lampung dan Sekitarnya Kembali Mengungsi !

“Kalau bertahap sedikit-sedikit seperti gunung Anak Krakatau sudah meletus dari Bulan Juni, dan aliran lavanya sudah sampai ke pantai karena dicicil, ya enggak menyebabkan apa-apa. Saya juga sudah ke sana, ya normal-norma saja. Mungkin ini karena longsor sekaligus seperti longsor di gunung, gerakan tanah Wonosobo, jadinya masif sekaligus,” katanya.

Hingga hari ini, tim yang mengaku masih belum bisa mendekati area gunung Anak Krakatau disebabkan masalah cuaca yang buruk. Disini tim yang masih memantau melalui alat seismometer yang telah tepasang berada jauh dari pulau gunung Anak Krakatau walaupun tertutup dengan kabut.

WAJIB BACA :  Gunung Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Mengaku Sempat Melihat Gunung Terbelah !

“Gunung Anak Krakatau secara visual masih tertutup kabut, cuaca hujan deras, angin kencang, dentuman sesekali terdengar, gempa yang terekam masih gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 25 mm,” katanya.

Lihat Juga : Ternyata Banyak Korban Tsunami Selat Sunda yang Hanyut ke Tengah Laut !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here