Zona Bahaya Gunung Anak Krakatau Diperluas Hingga 5 Kilometer !

0
232
Copyright©antara

Status Gunung Anak Krakatau jadi Awas, Zona Bahaya  Diperluas Hingga 5 Kilometer !

Indowarta.com – Pemerintah telah secara resmi memperluas zona bahaya Gunung Anak Krakatau. Dimana perluasan zona bahaya tersebut yang mulanya hanya 3 kilometer dari kawah sekarang menjadi 5 kilometer, hal tersebut dikeluarkan lantaran adanya peningkatan status gunung dari Siaga ke Awas.

Ikuti Juga : Fakta Tentang Gunung Krakatau yang Pernah Menggelapkan Dunia !

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang menyatakan,  peningkatan status gunung yang ada di Selat Sunda tersebut dikeluarkan usai munculnya peningkatan aktivitas pada Rabu (26/12). Dikatakan, sempat ada sejumlah letusan dan turunnya abu di Kota Cilegon dan sebagian Kota Serang, Banten.

WAJIB BACA :  Fenomena Gunung Semeru ‘Bertopi’ Awan, Begini Penjelasannya !
Copyright©merdeka

“Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. Naiknya status Siaga (Level III) ini berlaku terhitung mulai 27/12/2018 pukul 06.00 WIB,” kata Sutopo dalam keterangannya.

Adapun terkait perluasan zona bahaya ini, yang diketahui tidak terlalu berpengaruh secara langsung kepada aktivitas warga. Diketahui bahwa dalam radius 5 kilometer dari kawah yang tak ditemukan adanya pemukiman penduduk. Sehingga hal tersebut dirasa masih dikatakan aman. Selain itu, Sutopo juga mengimbau,

Supaya masyarakat tidak masuk kedalam zona bahaya. Dimana dalam zona tersebut, terdapat bahaya yakni lontaran batu pijar dan juga rawan terkena awan panas. Soal abu yang turun di Cilegon dan sebagian Serang, Sutopo yang berharap kepada masyarakat untuk tidak panik. Walaupun mengingatkan warga saat beraktivitas dengan mengenakan masker, ditegaskan bahwa abu tersebut tidak berbahaya.

WAJIB BACA :  Dibalik Banyaknya Korban Tewas Tsunami Banten, Ada Tangan-Tangan Jahat !

Ikuti Juga : Pos Pemantau Pastikan jika Suara Dentuman Misterius di Sumsel Akibat Erupsi Krakatau !

“Adanya beberapa lapisan angin pada ketinggiaan tertentu mengarah ke timur menyebabkan hujan abu vulkanik tipis jatuh di Kota Cilegon dan sebagian Serang pda 26/12/2018 sekitar pukul 17.15 WIB. Ini tidak berbahaya. Abu vulkanik justru menyuburkan tanah,” ujar Sutopo.

Disamping itu, Sutopo yang menyarankan kepada masyarakat terkait peringatan untuk tidak berada di dalam radius 1 kilometer dari bibir pantai di Selat Sunda. Dikhawatirkan kemunginan masih ada tsunami susulan disebabkan longsoran Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Gunakan selalu informasi dari PVMBG untuk peringatan dini gunungapi dan BMKG terkait peringatan dini tsunami selaku institusi yang resmi. Jangan percaya dari informasi yang menyesatkan yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ikuti Juga : BMKG Masih Kesulitan Pantau Kawah Gunung Anak Krakatau Usai Longsor !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here