Miris, Pungli Jenazah Tsunami Banten, Bisnis Haram di Balik Musibah !

0
252
Copyright©okezone

Ada praktek Pungli Jenazah Tsunami Banten, Keluarga Korban Dipalak Oknum Ini !

Indowarta.com – Ibarat sebuah peribaha, sudah jatuh tertimpa tangga. Rupanya itulah gambaran yang cocok bagi sejumlah keluarga korban bencana Tsunami Selat Sunda yang melanda Provinsi Banten. Lantaran, ada enam keluarga korban yang diketahui telah dipalak oknum pegawai Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara, Serang, Banten.

Ikuti Juga : BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah di Indonesia !

Dimana pungutan liar (pungli) itu yang beredar usai kerabat korban yang bernama Leo Manullang diminta untuk membayar biaya pengambilan dan pengurusan jenazah oleh pihak rumah sakit. Kerabat Leo yang sebagai korban terjangan tsunami di Pantai Carita, Labuan, Pandeglang, Banten. Disini Leo yang mengeluh adanya permintaan uang sebesar Rp3,9 juta.

WAJIB BACA :  Isu Tsunami Susulan, Warga Pesisir Lampung dan Sekitarnya Kembali Mengungsi !
Copyright©okezone

Sementara pihak rumah sakit bagian instalasi kedokteran forensik dan medikolegal (IKFM) rumah skait milik Pemkab Serang yang mengaku bahwa uang tersebut dipergunakan untuk biaya jenazah sampai proses transportasi jenazah ke rumah duka di Klender, Jakarta Timur.

Terlebih, Sekjen Wali Care Andy Kristianto yang lantas mengemukakan, jika kerabat almarhum komerian Heriyanto alias Aa Jimmy yang juga dimintai uang sebesar total Rp14,5 juta. Dimana uang tersebut yang digunakan untuk mengambil jenazah Aa Jimmy, Hati NurIllah )istri dari Aa Jimmy), Naisya Rafani Aradhia (anak Aa Jimmy), Julia Resnania (managerGrup Jigo), Meyuza (istri Ade Jigo).

Ikuti Juga : KPK Pastikan Ancaman Hukuman Mati Bagi Koruptor Dana Bencana Tsunami !

Sementara Polres Kota Serang yang memperoleh kabar adanya pungli tersebut yang langsung meluncur untuk melakukan penyelidikan. Adapun polisi yang menggali informasi yakni dengan melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap para saksi. Berdasarkan keterangan dari Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afedi,

WAJIB BACA :  Saat Pernikahan Berlangsung, Pasangan Pengantin Ini Malah Diterjang Tsunami Banten !

Pungutan biaya pemulangan jenazah yang dilakukan oleh kepada keluarga mencapai Rp3,9 juta. Diketahui bahwa biaya itu digunakan untuk mobil jenazah, formalin dan pemulasaraan (perawatan) jenazah yang sesuai dengan bukti kwitansi yang ada. Terdapat empat orang saksi yang turut menjadi saksi guna dimintai keterangan,

Antara lain BD, FT, AR, BY. Empat orang saksi dipanggil untuk dimintai keterangannya antaranya BD, BY, FT, AR. “BD itu kepala forensik, BY sopir ambulans, FT itu anggota forensik, AR anggota forensik,” kata Firman.

Ikuti Juga : Ternyata Longsoran ini yang Sebabkan Tsunami Selat Sunda Seluas 64 Hektar !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here