Gunung Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Mengaku Sempat Melihat Gunung Terbelah !

0
340
Copyright©cnnindonesia

Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Mengaku Melihat Gunung Terbelah !

Indowarta.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM yang menyatakan mengenai volume Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang diketahui telah menyusur hingga 60 persen atau dua pertiga lantaran adanya erupsi yang terjadi pada beberapa pekan terakhir ini. Sementara tinggi gunung yang sebelumya 338 meter, kini tersisa hanya sekitar 110 meter.

Lanjut Baca : Zona Bahaya Gunung Anak Krakatau Diperluas Hingga 5 Kilometer !

Hal tersebut yang turut dibenarkan menurut kesaksian salah seorang nelayan yang diketahui berasal dari Lampung, Puji, yang mengaku melihat detik-detik gunung Anak Krakatau meletus pada 22 Desember 2018 lalu serta memicu adanya gelombang tsunami. Ketika diwawancarai oleh CNNIndonesia.com dalam beberapa waktu yang lalu,

WAJIB BACA :  Basarnas: Jumlah Sementara Korban Meninggal Dunia Pasca Tsunami Anyer Capai 334 Jiwa !
Copyright©merdeka

Puji yang mengaku jika dirinya melihat gunung Anak Krakatau seperti terbelah menjadi dua dan longsor. Setelah terbelah, gunung Anak Krakatau tersebut kemudian mengeluarkan lahar dan material vulkanik.

“Kami melihat anak GAK itu seperti pecah belah dua, lalu api lahar langsung mencar turun ke laut. Peristiwa itu, sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Puji.

Kala itu ia tengah bersama dengan para nelayan lain yang sedang mencari ikan di sekitar gunung Anak Krakatau. Dimana jarak antara kapal yang ditunggangi sekitar 2 km dari gunung, yang berada dalam batas aman ketika gunung api tersebut tengah berstatus waspada atau level II. Sementara baru-baru ini usai menyebabkan adanya gelombang tsunami dan terus bererupsi,

WAJIB BACA :  Saat Pernikahan Berlangsung, Pasangan Pengantin Ini Malah Diterjang Tsunami Banten !

Lanjut Baca : Fakta Tentang Gunung Krakatau yang Pernah Menggelapkan Dunia !

Maka status dari gunung anak krakatau tersebut yang dinaikkan menjadi siaga atau level III. Setelah berselang lima menit, mendadak adanya gelombang tinggi tsunami yang datang dan menyapu perahu yang dinaiki bersama dengan sejumlah nelayang yang lain. Dimana gulungan ombak yang muncul tak hanya sekali,

Namun hingga tiga kali. Adapun hantaman ombak tersebut yang membuat perahu-perahu nelayan menjadi oleng dan hilang kendali. Saat terjangan gelombang kedua, yang membuat semua nelayan terlempar ke laut lantaran perahu terbalik.

“Hantaman ketiga itu, tingginya 10 sampai 12 meter. Saat itulah kami semua langsung terbawa arus ombak dan terpencar hingga tak tahu lagi arahnya kemana,” kata Puji.

Lanjut Baca : BMKG Masih Kesulitan Pantau Kawah Gunung Anak Krakatau Usai Longsor !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here