TNI AL Temukan Hal Mengejutkan di Dasar Laut Selat Sunda Pasca-Tsunami Banten !

0
2562
Copyright©liputan6

Bikin Merinding, TNI AL Temukan Hal Lain di Dasar Laut Selat Sunda Pasca-Tsunami Banten !

Indowarta.com – TNI Angkatan Laut yang telah menemukan adanya pendangkalan dasar laut serta adanya perubahan mengenai bentuk morfologi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, usai terjadinya erupsi dan longsoran yang mneyebabkan tsunami hingga ke pesisir Banten dan Lampung, pada Sabtu 22 Desember 2018.

Ikuti Juga : Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau Mungkin Bisa Sebabkan Tsunami !

Dimana temuan tersebut yang diketahui usai Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang telah melakukan adanya survei hidro-oseanografi dan investigas di lokasi longsoran gunung Anak Krakatau yakni dengan menggunakan KRI Rigel-933. Sementara Kepal Pushidrosal, Laksda Haro Susmoro yang menerangkan,

WAJIB BACA :  Jokowi Perintahkan BMKG Untuk Ganti Alat Peringatan Dini Tsunami yang Rusak !
Copyright©okezone

Dari hasil data survei hidro-oseanografi Pushidrosal 2016 dan data Multi Beam Echosounder (MBES) dari survei Ti m Pushidrosal, pada 29 hingga 30 Desember 2018, diketahui bahwa perairan di selatan Gunung Anak Krakatau terlah terjadi perubahan kontur kedalaman 20 hingga 40 meter lebih dangkal. Dari pengamatan ini,

Disebabkan adanya tumpahan magma dan material longsoran gunung Anak Krakatau secara langsung jatuh ke laut sehingga menjadi tumpukan baru.

“Selain itu dengan pengamatan visual radar dan analisis dari citra ditemukan perubahan morfologi bentuk Anak Gunung Krakatau pada sisi sebelah barat seluas 401.000 m2 atau lebih kurang sepertiga bagian lereng sudah hilang dan menjadi cekungan kawah menyerupai teluk,” kata Harjo seperti dilansir dari situs tnial.mil.id, Rabu (2/1/2018).

WAJIB BACA :  Zona Bahaya Gunung Anak Krakatau Diperluas Hingga 5 Kilometer !

Ikuti Juga : Miris, Pungli Jenazah Tsunami Banten, Bisnis Haram di Balik Musibah !

Dalam cekungan kawan tersebut, terlihat ada semburan magma gunung Anak Krakatau yang berasal dari bawah air laut. Sementara hasil ivestigasi pasca tsunami di perairan Selat Sunda oleh Pushidrosal yang bertugas sesuai dengan amanah dari Keppres Nomor 62 Tahun 2016. Yakni sebagai Kotama Pembinaan TNI AL dan anggota International Hidrographyc organization (IHO),

Pushirosal yang memiliki tugas untuk melakukan sirvei investigasi ketika terjadinya bencana alam ataupun kecelakaan di laut guna menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran bagi kapal-kapal yang tengah berlayar.

“Selain itu data batimetri, oseanografi, data layer dasar laut yang diperoleh dari peralatan sub bottom profiling (SBP) diharapkan dapat diteliti dan dianalisis lebih detail lagi oleh peneliti, pakar dan akedemisi sehingga mampu memberikan informasi kepada pemerintah serta masyarakat fenomena yang terjadi pasca erupsi dan tsunami di perairan Selat Sunda,” ujarnya.

Ikuti Juga : BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah di Indonesia !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here