PVMBG Melaporkan Gunung Anak Krakatau Alami 60 kali Gempa Letusan !

0
298
Copyright©cnnindonesia

Gunung Anak Krakatau Alami 60 Gempa Letusan, PVMBG : Perlebar Zona Aman 5 Km !

Indowarta.comGunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, yang telah mengalami sebanyak 60 kali gempa letusan, 32 letusan embusan dan satu gempa tektonik jauh mulai dari Rabu sampai Kamis dini hari (3/1/2019). Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Lanjut Baca : Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau Mungkin Bisa Sebabkan Tsunami !

Melalui siaran pers pusat vulkanologi yang menyatakan, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang telah mendeteksi adanya 60 gempa letusan yakni dengan amlitudo 16-30 mm dan durasi 38-120 detik. Sedangkan gempa embusan yang diketahui telah terjadi sebanyak 32 kali yakni dengan amplitudo 8-28 mm dan durasi 39-145 detik,

WAJIB BACA :  Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau Mungkin Bisa Sebabkan Tsunami !
Copyright©bnpb

Dan gempa tektonik jauh terjadi hanya sekali yakni dengan amplitudo 13 mm, yakni berdurasi 100 detik. Begitulah hasil dari kutipan dari Antara. Berdasarkan data dari Stasiun Sertung di Selat Sunda yang memperlihatkan, dimana tremor yang terus meilputi gunung api itu. tak hanya itu saja, selama 2 Januari 2019 pukul 00.00 WIB

Lanjut Baca : Gunung Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Mengaku Sempat Melihat Gunung Terbelah !

Hingga pukul 24.00 WIB, Pos Pengamatan yang telah memantau adanya asap kawab dengan tekanan sedang yang kuat berwarna putih, hitam tebak dan kelabu dengan tinggi mencapai 200-1500 meteri diatas puncak kawah. Gunung api tersebut dengan ketinggian didalam laut 100 meter dari permukaan laut (mdpl)—dari sebelumnya

WAJIB BACA :  Gunung Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Mengaku Sempat Melihat Gunung Terbelah !

338 mdpl—itu sepanjang pengamatan yang tak terdengar adanya suara dentuman. Dari hasil pengamatan tersebut, pusat vulkanologi yang telah memberikan kesimpulan mengenai status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih pada Level III (Siaga) dan merekomendaiskan warga/para wisatawan yang dilarang untuk mendekati area dengan radius lima kilometer dari kawah.

Sementara Badan Meteorolosi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang sudah memasang sensor water level dan sensor curah hujan guna mengantisipasi adanya dampak dini erupsi gunung Anak Krakatau dengan adanya gelombang tinggi dilaut. Adapun alat tersebut yang dipasang di Pulau Sebesi di Selat Sunda dan melaporkan secara langsung ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG.

Lanjut Baca : Zona Bahaya Gunung Anak Krakatau Diperluas Hingga 5 Kilometer !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here