Timses Jokowi Pertimbangkan Proses Hukum Andi Arief soal Hoaks Surat Suara Tercoblos !

0
1014
Copyright©liputan6

Terkait Proses Hukum soal Hoaks Surat Suara Tercoblos, Kubu Jokowi Masih Pertimbangkan !

Indowarta.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani yang mengungkapkan, pihaknya yang akan memproses hukum terkait kabar bohong tujuh kontainer surat suarat tercoblos. Dimana kabar tersebut yang hingga ramai dicuitkan oleh Wasekjen Demokrat Andi Arief yakni melalui akun Twitter miliknya.

Ikuti Juga : Beda Pendapat Soal Sosialisasi Visi dan Misi, Kubu Prabowo dan Jokowi akan Lakukan Ini…

“TKN akan mempertimbangkan untuk membawa kasus penyebaran hoaks yang diduga dilakukan oleh Andi Arief ini ke ranah hukum,” ujar Arsul, Kamis (3/1/2019).

KPU
Copyright©Tempo

Sementara Sekretaris Jenderal PPP yang membuat ruang maaf bagi Andi Arief dan mau mengaku bahwa sudah menyebarkan kabar bohong surat suara tercoblos.

“Kecuali yang bersangkutan secara terbuka meminta maaf dan mengakui perbuatan menyebarkan hoax tersebut,” lanjutnya.

Arsul yang menganggai soal hoaks surat suara tercoblos itu yang selain bisa memfitnah terhadap kubu pasangan calon nomor urut 01. Namun juga mampu membuat masyarakat resah.

“TKN sendiri heran dengan perilaku segelintir kader PD yang kontras dengan gaya dan ajakan Ketua Umumnya Pak SBY mengajak agar menjaga ketenangan, kesantunan dalam berkontestasi,” pungkas Arsul.

Dimana sebelumnya, KPU yang bersama dengan Bawaslu dan pihak lainnya yang telah melakukan pengecekan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, usai dikatakan ada 7 kontainer surat suara yang telah tercoblos. Melalui kesempatan tersebut Ketua KPU Arief Budiman yang menyatakan bahwa kabar tersebut yang tidak benar.

“Kami memastikan berdasarkan keterangan dari Bea Cukai tidak ada berita itu. Tidak ada juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu. Tidak benar KPU telah menyita satu kontainer tersebut. Semua berita bohong,” ucap Arief.

Ikuti Juga : Demokrat: Terdapat 14 Prioritas SBY yang Hilang Lantaran Munculnya Kebijakan Jokowi !

Dia menerangkan, bahwa pihaknya yang telah menyampaikan kabar tersebut atau menyebarluaskan sehingga harus dicari dan ditangkap oleh pihak keamanan.

“Orang-orang jahat yang menganggu, mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu harus ditangkap. Pelakunya (harus segera ditangkap),” ungkap Arief.

Lepas dari itu, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin yang mengatakan hal yang senada. Dia mengatakan, pihak yang sudah mempunyai otoritas terhadap kontainer yang telah memastikan kabar itu tidak benar adanya. Dia menambahkan, pihaknya yang langsung melaporkan kabar tersebut ke Cyber Crime Mabes Polri.

Ikuti Juga : Presiden Jokowi Tunda Pelantikan Kepala BNPN yang Baru, Kenapa ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here