Kampus di Taiwan Bantah Suruh ‘Kerja Paksa’ ke Ratusan Mahasiswa Indonesia !

0
281
Copyright©tribunnews

Mahasiswa Indonesia di Taiwan Bantah Disuruh Kerja Paksa !

Indowarta.com – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) buka suara terkait kabar 300 mahasiswa RI yang diduga menjadi korban kerja paksa di Negeri Formosa, yang telah diberitakan media lokal dan Tanah Air pada beberapa waktu belakangan ini. Adapun sebelumnya, soal penyelidikan yang telah dilakukan

Ikuti Juga : Viral, Paspampres Betulkan Pose 2 Jari Mahasiswa saat Berfoto dengan Jokowi !

Ko Chih-en, merupakan salah seorang anggota Parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang yang beroposisi dengan pemerintah Presiden Tsai Ing Wen. Dirinya mengatakan telah mendapat laporan jika 300 mahasiswa RI dari Universitas Hsing Wu di Distrik Linkou, Taipei telah menjadi korban kerja paksa yakni dengn dalih program magang.

Copyright©merdeka

Sementara melalui keterangan pers resmi seperti yang dikutip oleh Liputan6.com, Kamis (3/1/2019), PPI Taiwan yang telah memberikan keterangan terkait dugaan kasus kerja paksa yang dimaksud.

Lepas dari itu, anggota PPI Taiwan Rekyan Regasari yang menjelaskan mengenai kabar tersebut saat dihubungi oleh Liputan6.com melalui pesan singkat pada 3 Januari 2019.

“Istilah kerja paksa yang awalnya digunakan oleh media Taiwan sebetulnya agak kurang tepat. Karena memang skema yang diikuti rekan-rekan adalah kuliah-magang atau double track. Jadi, sepemahaman kami, calon mahasiswa sudah aware kalau mereka akan kuliah sambil kerja, di mana hasil kerja digunakan untuk membiayai kuliah,” ujar Rekyan.

Ikuti Juga : Heboh Video Hot, Mahasiswa UIN Bandung Kuda-kudaan di Kampus !

“Kalaupun memang ada yang namanya ‘kerja paksa’ kita tidak bisa pukul rata istilah itu ke semua mahasiswa, karena ada yang kondisinya berbeda … karena ada beberapa mahasiswa yang kondisi kuliah-sambil-kerja-nya sudah sesuai.”

“Mengenai kabar kalau mereka terpaksa mengonsumsi makanan non-halal, sejauh yang sudah menyampaikan kepada PPI, mereka diberi makanan vegetarian atau ikan.. Jadi tidak babi seperti yang diberitakan oleh media.”

“Kendati demikian, meski program ini memang legal, tetapi kerja sama ini kemudian sifatnya menjadi contact-to-contact dan di sini kemudian ada beberapa pihak ketiga (katakanlah agen) yang merekrut mahasiswa dan kemungkinan ada kepentingan bisnis di sana. Namun, ada juga yang kerja sama-nya langsung ditangani universitas.”

Ikuti Juga : Viral di Media Sosial, Foto Mahasiswa di Yogyakata ini Disebut Mirip Jokowi !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here