Badan Geologi Mencatat, Ada 4,5 Juta Orang Terancam Letusan Gunung Berapi !

0
187
Copyright©IDNtimes

Ada 4,5 Juta Orang Terancam Letusan Gunung Berapi, Diharapkan Masyarakat Mitigasi Bencana !

Indowarta.com – Indonesia yang sebagai negara paling banyak dengan dikelilingi gunung berapi aktif di dunia. Dimana Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah mencatat sebanyak 127 gunung aktif. Berdasarkan jumlah gunung api tersebut, 69 diantaranya sudah diawasi dengan ketat selama 24 jam setiap hari.

Lanjut Baca : PVMBG Melaporkan Gunung Anak Krakatau Alami 60 kali Gempa Letusan !

Setidaknya ada 4,5 juta orang yang diperkirakan terkena dampak dan terancam oleh aktivitas gunung berapi yang sedang diawasi itu.

1 Badan Geologi awasi gunung berapi selama 24 jam

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan bahwa lembaga yang bertugas untuk meneliti dan soal pelayanan mitigasi geologi dikawasan itu. ada strategi tahapan mitigasi untuk beragam bencana misalnya tsunami dan longsor.

Copyright©IDNtimes

“Sekitar 4,5 juta orang terancam gunung api. Kami ada 200 pemantau kerja 24 jam mulai beberapa tahun lalu, termasuk Anak Krakatau. Tiap lembaga berusaha kasih ketenangan bagi masyarakat,” ujar Rudy dalam diskusi mitigasi bencana di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (03/01).

2 Dibutuhkan peran Serta Masyarakat dalam Mitigasi Bencana

Tetapi ada juga masyarakat yang sebenarnya mampu terpapar bahaya gunung berapi, namun tak diimbangi dengan kesadaran untuk mitigasi bencana. Seperti kasus gunung Merapi yang meletus tahun 2010, diperlukan kerja keras pemerintah guna merangkul masyarakat dalam rangka mitigasi bencana.

Lanjut Baca : Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau Mungkin Bisa Sebabkan Tsunami !

“Mitigasi utamanya peran serta masyarakat. Jadi mudah-mudahan kalau ada letusan bisa terhindar, tahu kemana larinya. Guru SD disosialisasi,” tuturnya.

3 Minimnya pengetahuan soal Mitigasi Bencana sehingga Banyak yang menjadi Korban

Hingga saat ini, masyarakat soal mitigasi bencana yang masih sangat rendah, hal ini terbukti masih ada saja bangunan atau tempat tinggal di kawasan rawan bencana misalnya di Pandeglang, Banten.

“Mitigasi sebenarnya kita tinggal dimana harus sadar. Kalau wisatawan tahu saja harus ada dimana (menginap), maka korban bisa dikurangi. Warga enggak mau tahu resiko bencana,” kata Rudy.

Lanjut Baca : Gunung Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Mengaku Sempat Melihat Gunung Terbelah !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here