Sempat Khawatir, Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Tontonan Warga Cilegon !

0
314
Copyright©sindonews

Erupsi Gunung Anak Krakatau Terlihat Begitu Jelas, Jadi Tontonan Warga Cilegon !

Indowarta.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang nampak begitu jelas dari Kota Cilegon dan Kota Serang, Banten Jumat (4/1/2019). Dimana awan tebal yang menyelimuti gunung di Selat Sunda nampak begitu jelas lantaran cuaca yang cerah sejak pagi sampai sore hari di wilayah Banten. Terlebih, erupsi Gunung Anak Krakatau

Baca Juga : PVMBG Melaporkan Gunung Anak Krakatau Alami 60 kali Gempa Letusan !

Yang bahkan menjadi tontonan masyarakat, walaupun mereka mengaku sempat merasa takut. Lantaran, sejak musibah tsunami di pesisir Anyer erupsi yang diketahui tak pernah terlihat lantaran selalu tertutup oleh kabut tebal.

WAJIB BACA :  Pengakuan Korban Selamat Tsunami Anyer, Mengapung 7 Jam di Alat Musik Band Seventeen !
Copyright©kompas

“Sejak tsunami kemarin, ini erupsinya kelihatan jelas. Tadi, sebelum Magrib jelas banget asap tebal ke atas. Jadi tontonan warga juga,” kata seorang warga, Darjat kepada SINDOnews, Jumat (4/1/2018).

Dimana asal tebal gunung Anak Krakatau yang terlihat membumbung tinggi terlihat begit ujelas dari Kota Serang. “Tadi langit lagi cerah. Kaget aku juga pas kelihatan jelas asap Gunung Anak Krakatau,” ujar Bella warga Sempu, Kota Serang.

Lepas dari itu, warga Anyer bernam Ade (42) yang mengaku, bahwa belakangan ini dirinya sering mencium bau belerang ketika berada di luar rumah. Diketahui bahwa bau yang diperkirakan berasal dari awan dari gunung Anak Krakatau tersebut yang tertiup angin sehingga sampai ke daratan.

WAJIB BACA :  Berstatus Waspada, Gunung Anak Krakatau Meletus 398 Kali ?

“Kemarin mencium belerang, angin kencang membawa bau belerang dari krakatau, mungkin,” katanya.

Baca Juga : Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau Mungkin Bisa Sebabkan Tsunami !

Walaupun demikian, belakangan ini masyarakat yang berada di pesisir pantai tidak lagi merasa khawatir semenjak terdengar suara dentuman keras gunung Anak Krakatau, namun suara tersebut yang tidak terdengar lagi.

“Dari musibah tsunami, seminggu itu dentuman kaya ombak terdengar jelas. Alhamdulilah sekarang sudah berhenti,” ujarnya.

Jika melihat data yang ada, aktivitas dari kegempaan gunung Anak Krakatau yang masih aktif sebanyak 37 letusan yakni dengan amlitudo 15-35 mm, dan durasi 29-187 detik. Sementara tremor yang kian terus meneris (microtremor) yang terekam dengan amplitudo 1-17 mm (dominan 8 mm). sekarang ini, gunung Anak Krakatau yang berada pada Status Level III (siaga) yakni dengan adanya larangan masyarakat dan juga wisatawan dilarang mendekat dalam radius 5 km dari kawah.

Baca Juga : Demokrat: Terdapat 14 Prioritas SBY yang Hilang Lantaran Munculnya Kebijakan Jokowi !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here