Saat Blusukan, Sandiaga Lebih Percaya Keluhan Emak-emak Ketimbang Data Pemerintah !

0
1990
Copyright©cnnindonesia

Sandiaga Mengaku Percaya Keluhan Emak-emak Dari Pada Berdasrakan Data !

Indowarta.com – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang mengatakan dirinya lebih suka mendengar dari perkataan masyarakat secara langsung daripada percaya dengan data-data milik pemerintah soal harga pangan begitu saja. Terlebih, menurut Sandiaga, masyarakat yang diketahui mengeluhkan mengenai kestabilan harga pangan yang dinilai berbeda dengan data pemerintah.

Lanjut Baca : Beberkan Visi-Misi, Prabowo-Sandiaga Uno Adopsi Town Hall Meeting AS ?

“Oke pemerintah boleh memberi segudang data. Tapi saya bawa cerita, cerita emak-emak di pasar,” ucap Sandi di kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Copyright©detik

Adapun, memang Sandiaga yang diketahui kerap mendengar dari pengakuan masyarat langsung guna mengkritisi perekonomian. Dia juga sering mengatakan kembali keluhan di level bawah, yakni soal harga pangan. Namun Sandiaga yang tak terlalu mempermasalahkan bahwa pemerintah mempunyai data mengenai harga pangan

WAJIB BACA :  Inilah Teleprompter, Alat yang Digunakan Prabowo saat Pidato Kebangsaan !

Yang dinilai berbanding terbalik dengan keluhan masyarakat. Meski demikian, tambah Sandi, masyarakat yang bisa merasakan langsung sehingga dirasa memang perlu untuk didengar. Sandi percaya bahwa tidak ada rekayasa yang dibuat-buat oleh mereka saat ditemui mengenai harga-harga pangan yang cenderung naik turun.

“Saya tanya yang di sini. Direkayasa atau tidak, saya tanya harga naik atau tidak? Semua menyatakan yang sama,” tutur Sandi.

Lanjut Baca : Ini Pembelaan Sandiaga Uno Terkait Iklan Kampanye yang Tuai Kritikan!

Selain soal harga pangan, Sandiaga yang mengaku turut menerima keluhan mengenai sempitnya lapangan pekerjaan. Dia menilai baik di desa ataupun kota, masyarakat yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Tetapi, Sandi yang menggarisbawahi jika itu adalah keluhan dari masyarakat.

WAJIB BACA :  Jokowi dan Prabowo yang Diprediksi Cuci Tangan soal HAM di Debat Capres Nanti !

Dia yang bertugas menampung dan menyampaikan kembali.

“Rakyat menyatakan hidup mereka susah. Saya tanya cari kerja, susah. Mau di kota mau di pedesaan,” pungkas Sandi.

Sandi melihat sempitnya lapangan pekerjaan sebagai implikasi dari banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. sehingga orang Indonesia sendiri yang dirasa sulit mendapat pekerjaan. Sandi menilai bahwa fenomena tersebut yang tak sesuai dengan konstitusi Indonesia dimana pemertinyah harusnya memberikan kesempatan kerja pada warga negaranya.

Lanjut Baca : Belum Pasti Hadiri Reuni 212, Sandiaga Uno Pertimbangkan 3 Hal Ini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here