Ini Respons KPU Soal Prabowo Subianto Disebut “Ancam’ Mundur dari Pilpres, Karena Hal Ini !

0
679
Copyright©nawacita

Pernyataan Djoko Santoso soal Pengunduran Diri Prabowo Disebut Bukan Keputusan Resmi !

Indowarta.com – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso yang membeberkan mengenai isi dari pirado atau penyampaian visi misi Prabowo yang bakal disampaikan nanti malam. Tetapi Djoko yang menyebutkan Prabowo membuka kemungkinan mundur dari Pilpres jika ada kecurangan yang tak bisa dihindari.

Ikuti Juga : Prabowo : Jangan-jangan Indonesia Bertahan 10 Tahun, Sudah Setengah Mati !

Mengetahui hal itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan yang mengatakan tidak dapat mengomentari.

“Tapi yang pasti segala sesuatu sudah diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017,” ujar Wahyu di Kantor KPU, Jakarta, Senin (14/1/2019).

WAJIB BACA :  Emak-emak Demo ke Bawaslu, Minta Usut Kecurangan Pemilu 2019 !
Copyright©kompas

Menurut Wahyu, pihaknya yang akan memberikan hak kepada setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk ditetapkan sebagai peserta Pilpres. Yang mana telah diatur dalam UU Paslon sehingga tidak bisa mengundurkan diri begitu saja. Melalui hal ini, ucap Wahyu, lembaganya bakal tetap memberikan hak yang sama kepada setiap paslon

Yang tetap mengedepankan netralitas dan independensi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Coba kami tidak netral dalam hal apa. Sebutkan satu saja, kami tidak netral dalam hal apa. Kami sampai sampaikan di ILC bahwa kami tidak tunduk pada TKN 01, pada BPN 02, kurang jelas apa netralitas kami,” pungkasnya.

Ikuti Juga : Jurkam Jokowi: Pidato Prabowo Disebut Hanya Retorik Tak Berikan Solusi !

Di sisi lain, WakilKetua Dewan Penasihat Badan Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahidm yang mengaku tidak setuju dengan pernyataan jika Prabowo bakal mundur apabila terjadi kecurangan dalam pemilu. Menurutnya, itu hanyalah pendapat pribadi Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

WAJIB BACA :  Amien Rais Sebut Istilah People Power sama dengan Jihad ?

Saya berharap itu bukan keputusan resmi ya, masih pendapat pribadi, karena itu tidak pernah kita rapatkan,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senin (14/1/2019).

“Dan kalau menurut saya enggak, menurut saya kita sebagai ksatria menang atau kalah adalah soal biasa,” tambah dia.

Apabila memang ada kesalahan dalam pemilu nanti, tambah Hidayat, pihaknya bakal mengoreksi terus. Sehingga masyarakat bisa mengetahui masalah apa yang sedang terjadi soal Pemilihan Presiden 2019.

“Kita koreksi terus-menerus dan pihak penyelenggara pemilu pun harus membuka diri,” kata dia.

Ikuti Juga : Jadwal dan Live Streaming Debat Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo di TVRI, Kompas dan…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here