IDI Berikan Respons soal Pernyataan Prabowo: Banyak Dokter Digaji di Bawah Rp 3 Juta !

0
5378
Copyright©cnnindonesia

Saat Prabowo Ungkap Gaji Dokter di Bawah Rp 3 Juta, IDI Angkat Bicara !

Indowarta.com – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M. Faqih yang memberikan tanggapan atas pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut gaji dokter lebih rendah ketimbang penghasilan juru parkir. Daeng yang mengaku saat ini masih banyak dokter umum di sejumlah daerah

Lihat Juga : Ini Reaksi BPN Prabowo-Sandi soal Lagu “Jogja Istimewa” Diubah untuk Capres !

Yang berpenghasilan di bawah Rp 3 juta. Dia yang memberikan contoh untuk dokter golongan 3A yang memperoleh gaji pokok Rp2,4 juta per bulan. Ditambah dengan penghasilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yakni sekitar Rp500 ribu. Dengan total keseluruhan sekitar Rp29 juta.

WAJIB BACA :  Pengamat Menilai, Saat Prabowo Salat Jumat Rentan Timbulnya Politisasi Isu Agama !
Copyright©cnnindonesia

“Memang masih banyak dokter, terutama dokter umum yang berada di garda depan, penghasilannya di bawah Rp3 juta,” kata Daeng kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).

Lantas ia mengatakan bahwa tidak ada insentif dari Pemerintah Daerah, sehingga penghasilan dokter kurang dari Rp3 juta. Bahkan, saat ini penghasilan dokter dari praktik sora yang tak ada lantaran masyarakat lebih memilih program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Daeng yang mengungkapkan jumlah dokter

Diseluruh Indonesia sekitar 167 ribu, 130 ribu di antaranya adalah dokter umum. Berdasarkan pengakuannya, mereka adalah dokter yang berada di garis terdepan untuk melayani kesehatan masyarakat. Tetapi, Daeng yang dapat mambandingkan gaji dokter dengan penghasilan tukang parkir, seperti yang disebutkan oleh Prabowo.

WAJIB BACA :  Pengamat Menilai, Saat Prabowo Salat Jumat Rentan Timbulnya Politisasi Isu Agama !

“Secara pribadi saya tidak tahu penghasilan tukang parkir, yang saya tahu penghasilan dokter dari laporan beberapa kawan di berbagai daerah,” ujarnya.

Lihat Juga : Inilah Teleprompter, Alat yang Digunakan Prabowo saat Pidato Kebangsaan !

Walaupun begitu, Daeng yang tak memungkiri jika ada dokter yang mempunyai penghasilan tinggi, terutama dokter spesialis di sejumlah kota-kota besar. Tetapi, jumlahnya sangat sedikit dari dokter umum. Sementara mengenai masalah dalam BPJS, misalnya defisit ataupun adanya penundaan pembayaran ke rumah sakit.

Hal tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan dokter, termasuk tenaga kesehatannya yang lain. Sehingga dapat mengganggu pelayanan kesehatan. IDI yang lantas berharap siapa yang bakal menjadi presiden, dapat mengoreksi dana BPJS supaya pelayanan kesehatan menjadi lebih baik lagi.

WAJIB BACA :  Pengamat Menilai, Saat Prabowo Salat Jumat Rentan Timbulnya Politisasi Isu Agama !

“Tata kelola BPJS sebaiknya harus ada perbaikan, karena melihat kemarin sempat dipending pembayaran ke rumah sakit, dan juga terjadi defisit,” kata Daeng.

Lihat Juga : Prabowo : Jangan-jangan Indonesia Bertahan 10 Tahun, Sudah Setengah Mati !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here