Prestasi Tak Jamin Elektabilitas Menguat, Jokowi Diminta Waspada !

0
9148
Copyright©okezone

Prestasi Tak Imbangi Elektabilitas, Jokowi Diminta Waspada !

Indowarta.com – Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Adi Prayitno yang menilai jika Presiden Joko Widodo harus selalu waspada lantaran sejumlah prestasi yang diusungnya dinilai tak sebanding dengan peningkatan elektailitas yang pesat pada Pilpres 2019. Dia mengatakan jika angka kepuasan masyarakat terhadap Jokowi

Disejumlah survei yang dinilai tinggi yakni diangka 70 persen. Namun, Adi yang menganggap elektabilitas Jokowi di sejumlah lembaga survei yang cukup stagnan yakni diangka rata-rata 54 persen.

Lihat Juga : Timses Jokowi Ungkap, Tabloid Indonesia Barokah Berisi Fakta !

“Politik tak seindah yg dibayangkan, ketika tingkat kepuasan publik itu jomplang dengan elektabilitas Pak Jokowi, masyarakat kita punya kecenderungan hati dan pikirannya terbelah,” kata dia saat diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (25/1).

WAJIB BACA :  Pernyataan Istana Soal Kemungkinan Reshuffle Kabinet Hari Ini!
Copyright©cnnindonesia

Adi yang melihat tak sedikit kabar bohong (hoaks) serta fitnah yang ditujukan kepada Jokowi sebagai penyebab utama stagnannya elektabilitas Mantan Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu. kemudian ia yang memberikan saran supaya para timses Jokowi-Ma’ruf dapat merespon semua kabar hoaks yang diketahui telah menyudutkan Jokowi dengan lebih responsif lagi.

Hal tersebut yang memiliki tujuan supaya para pendukung Jokowi tidak berkurang menjelang Pilpres 2019.

Hoaks dan fitnah selain menimbulkan tawuran yang tak berkesudahan, juga berimplikasi pada sikap politik, ini bisa mengombang-ambingkan masyarakat,” kata dia.

Sementara Pengamat Intelijen Nurdin Lazuardi yang menilai jika Presiden Jokowi yang dinilai  dapat menekan peredaran serta distribusi soal bahan-bahan perakit bom yang mempunya daya ledak tinggi atau high expolise ketika menjabat sebagai presiden.

WAJIB BACA :  Jokowi Singgung Soal Korupsi yang Gerogoti APBN Negara Di Depan Setya Novanto!

Lihat Juga : Disarankan Cuti Politik, Ini Yang Akan Terjadi Jika Ahok Dukung Jokowi Saat Ini !

Nurdin yang mengakui jika sejumlah rentetan peristiwa bom yang sempat terjadi di era pemerintahan Jokowi sebagian besar memakai bom dengan daya ledak yang kecil.

“Saya belum pernah melihat itu [bom high explosive] dalam empat tahun ini, bom-bom yang digunakan [teroris] hanya bom low eksplosif, nyerang pake pisau, nabrak mobil,” kata Nurdin.

Yang mana Nurdin mengatakan keadaan tersebut yang dinilai tidak dapat lepas dari penyebab kinerja intellijen serta kepolisian yang dapat menghilangkan bahan pembuat bom berdaya ledak tinggi yang tengah beredar dimasyarakat ini.

Lihat Juga : Diduga Menghina Prabowo Subianto saat Debat, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here