Kepuasan Kinerja Jokowi Tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas, Apa Sebabnya ?

0
539
Copyright©okezone

Soal Kinerja Jokowi yang Dinilai Tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas, Apa Sebabnya ?

Indowarta.com – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno yang menganggap mengenai kesuksesan program pemerintah sekarang ini bi sebagai modal kuat untuk calon presiden petahana Joko Widodo guna meraih suara kemengangan pada pemilihan presiden 2019 nanti.

Lihat Baca : Hadiri Acara Harlah Muslimat NU, Menteri Jokowi Gandeng Artis Korea !

Meski begitu, ia yang meminta kepada Jokowi untuk selalu waspada lantaran kepuasan publik atas kinerja pemerintah yang dinilai tidak berbanding lurus dengan elektabilitas. Disini Adi yang mengaku, beragam survei sekkarang ini yang memperlihatkan soal tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintah Jokowi-JK yakni sekitar 70 persen.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Presiden Jokowi Putuskan Saldi Isra Jadi Hakim Mahkamah Konstitusi Gantikan Patrialis Akbar!
Copyright©Jokowi

Tetapi sejumlah survei yang memperlihatkan jika elektabilitas petahan ini yang hanya sekitar 50 persen.

“Itu artinya rakyat kita hati dan pikirannya terbelah. Satu sisi mengakui kinerja Jokowi bagus, tapi di sisi lain belum mau memilih kembali,” kata Adi ketika dihubungi Kompas.com, Senin (28/1/2019).

Sementara Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia yang menganggap terdapat beberapa faktor yang mampu menyebabkan keadaan ini. Yakni salah satunya tak sedikit masyarakat yang mengaku puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi, tetapi masih belum betul-betul yakin jika Jokowi bakal merampungkan program kerjanya dengan baik.

Kedua, tentu ada isu lain seperti like and dislike, politik identitas dan isu populisme Islam,” kata dia.

WAJIB BACA :  Akan Tunjuk Marsekal Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI, Jokowi Kembalikan Tradisi Rotasi !

Berdasarkan keterangan Adi, dimana penyebab-penyebab itu yang membuat beberapa bagian publik yang puas dengan kinerja Jokowi sehingga menjadi swing voters. Kemudian mereka yang mengalihkan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dimana mereka yang masih terus menunggu hingga

Lihat Baca : Prestasi Tak Jamin Elektabilitas Menguat, Jokowi Diminta Waspada !

Pencoblosan yakni pada 17 April 2019, sembari melihat-lihat proses kampanye yang bakal disuguhkan oleh calon presiden itu. disebabkan, Adi yang melihat, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf yang pastinya harus lebih gencar untuk mengkampanyekan atas hasil kerja keras Jokowi kepada masyarakat sambil menanggapi isu-isu miring yang tengah menyerang pasangan calon nomor urut 01 ini.

WAJIB BACA :  Bawaslu Bakal Tindak Tegas Kubu Jokowi dan Prabowo Jika Kampanye di Masjid !

Ia melihat, kampanye yang dengan cara turun langsung ke bawah yakni untuk menyapa masyarakat dirasa cara yang paling efektif guna meyakinkan para pemilih.

“Makanya di sisa kampanye ini TKN harus masif bekerja. Kalau lihat survei Litbang Kompas awal Januari, kampanye yang paling efektif itu langsung tatap muka ke masyarakat,” kata dia.

Lihat Baca : Timses Jokowi Ungkap, Tabloid Indonesia Barokah Berisi Fakta !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here