Belum Usai Soal Indonesi Barokah, kini Terbit Pembawa Pesan, Apa Isinya ?

0
426
Copyright©detik

Bawaslu Tahan Peredaran Tabloid Pembawa Pesan, Ini Sebabnya !

Indowarta.com – Peredaran tabloid Indonesia Barokah yang hingga kini tak kunjung tuntas mendadak jadi kontroversi. Dan kini muncul kembali lembaran yang disebut dengan tabloid Pembawa Pesan yang sempat membuat was-was. Mulanya tabloid Indonesia Barokah yang disebut oleh Bawaslu tidak mengandung unsur kampanye

Lanjut Baca : Andi Arief Menduga Hasto Ngabalin, PSI sebagai Dalang Tabloid Indonesia Barokah !

Walau begitu, peredarannya yang diminta Bawaslu tetap dihentikan.

Meski ‘Indonesia Barokah’ dalam kajian belum masuk kategori kampanye menurut Gakkumdu, kita perlu melakukan pencegahan atas potensi keresahan publik, juga bagi media lainnya,” ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin ketika dihubungi detikcom, Selasa (29/1/2019).

WAJIB BACA :  Sebut Prabowo Dengan Kata Kasar, Bupati Boyolali Bakal Dilaporkan ke Polisi !
Copyright©cnnindonesia

Dimana penyebaran tabloid tersebut ke masjid dan pesantren yang dinilai oleh Afif perlu diwaspadai walaupun isi dari tabloid tersebut yang bukan kategori kampanye. Sementara berdasarkan Undang-Udang Nomor 7 Tahun 2017 yakni tentang Pemilu, kegiatan kampanye di tempat ibadah dilarang keras. Adapun Dewan Pers yang telah memutuskan

Indonesia Barokah tak memenuhi syarat sebagai perusahaan pers. Hal ini bermula melalui informasi yang diberikan oleh Bawaslu Jawa Tengah yakni pada Selasa (22/1/2019) soal pengaduan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Jumat (25/1/2019). Melihat pada tabloid tersebut,

Lanjut Baca : Dituduh Dalang dari Tabloid Indonesia Barokah, Begini Tanggapan Ipang Wahid !

Ada 3 topik yang dinilai telah mendiskreditkan Prabowo-Sandiaga tanpa diserta verifikasi kepada pihak yang diberitakan. Disini Dewan Pers yang telah menemukan fakta jika tabloid tersebut tak mencantumkan nama badan hukum,

WAJIB BACA :  KPU dan Bawaslu Larang Keras Debat Capres-Cawapres di Kampus !

penanggung jawab dan juga alamat percetakan. Sementara nama-nama wartawan yang juga tidak terdata sebagai wartawan yang turut mengikuti uji kompetensi wartawan oleh Dewan Pers.

Dewan Pers yang diketuai oleh Yosep Adi Prasetyo lantas mengadakan sidang pleno pada hari Selasa (29/1/2019. Dimana sidang pleno tersebut guna memutuskan tabloid indonesia Barokah bukanlah produk pers. Diketahui pelapor yang bersangkutan yakni BPN Prabowo yang dipersilahkan untuk melapor yakni dengan UU selain UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Lanjut Baca : Timses Jokowi Ungkap, Tabloid Indonesia Barokah Berisi Fakta !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here