Belajar dari Kasus Buni Yani dan Ahmad Dhani, Fadli Zon Minta UU ITE Dikaji Ulang !

0
10761
Fadli Zon
Copyright©Tribun

Fadli Zon di Aksi Solidaritas Ahmad Dhani: Ini Kematian Demokrasi !

Indowarta.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DRP) Fadli Zon yang mengatakan ingin mengkaji ulang soal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tetapi, ia yang menilai persoalan yang ada pada penerapannya. Hal tersebut yang diungkapkan soal kasus UU ITE yang telah menimpa sejumlah aktivis

Ikuti Juga : Fadli Zon Ragu Sosok dalam Video Pemukulan yang Viral adalah Bahar bin Smith !

Dan politikus kubu pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno, yakni seperti Buni Yani dan Ahmad Dhani.

Copyright©kumparan

“Ya kita mau kaji secara mendalam. Undang-undangnya yang bermasalah atau penerapannya yang bermasalah. Saya lihat, bisa saja penerapannya yang bermasalah,” ungkap Fadli usai menghadiri konferensi pers di kantor ormas dan Lembaga Bantuan Hukum Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar), Jakarta, Rabu (30/1).

WAJIB BACA :  Fadli Zon Sebut Jokowi Tiru Gaya Prabowo Ketika Pidato

Fadli yang mengatakan, yang mengatakan UU ITE seringnya dihubungkan dengan transaksi yang ada kaitannya dengan ekonomi dan bisnis. Tetapi, kasus yang menimpa Ahmad Dhani dan Buni Yani ini dinilai tak ada kaitannya sama sekali dengan bidang itu.

“Transaksi seperti apa ini? Bukan transaksi. Ini kan politik. Ini masih dalam koridor demokrasi,” tambahnya.

Sehingga, Fadli yang mengaku jika dirinya memang bukanlah orang yang ahli dalam bidang hukum. Namun ia tak mengatahui secara pasti apa hubungan UU ITE dengan masalah bisnis dan ekonomi. Ketika ditanya soal revisi, Fadli yang lantas mengatakan jika undang-undang itu sebaiknya perlui dikaji ulang. Dimana menurut Fadli,

Ikuti Juga : Habib Bahar Diproses Polisi, Fadli Zon: Ini Kezaliman Sempurna !

Penerapan UU ITE yang dinilai diskriminatof lantaran sering menjerat sejumlah aktivis dan politikus dari kubu paslon 02.

WAJIB BACA :  Buni Yani Akan Jalani Sidang di Pengadilan Negeri Bandung!

“Saya kira ini ngawur kalau menerapkan itu untuk menjerat orang. Apa lagi penerapannya disktiminatif. Kepada pihak mereka tidak terjadi,” ujarnya.

Sementara Buni Yani yang dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian yakni dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarat yang memuat SARA melalui unggahannya di Facebook. Soal video mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok yang menghilangkan kata pakai dalam transkripannya.

Ikuti Juga : Fadli Zone Tanggapi Aksi Jokowi Naik Moge di Pembukaan Asian Games !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here