Demokrat Berikan Toleransi untuk Kader yang Dukung Jokowi !

0
361
Copyright©kompas

Demokrat Izinkan Kepala Daerah untuk Dukung Jokowi Apabila Terpaksa !

Indowarta.com – Kader Partai Demokrat yang diketahui menjadi kepala daerah yang menyebut boleh untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma’ruf Amin yakni dengan syarat apabila terpaksa. Dimana hal tersebut yang diungkapkan oleh Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief.

Lihat Juga : Demokrat Sebut Jokowi Seperti Camat Ketika Paparkan Visi dan Misi !

“Kalau dipaksa deklarasi untuk 01, di satu atau dua tempat, kalau terpaksa lakukan saja. Toh, politik itu tidak selesai di deklarasi,” ujar Andi saat dihubungi, Minggu (3/2).

Partai Demokrat
Copyrigth©S

Andi Arief lantas mengatakan jika hal tersebut bukan sebagai opsi wajib yang harus dilakukan. Apabila ada intimidasi, tambah Andi, maka kader yang menjabat sebagai kepala daerah harus menghadapinya lebih dulu. Namun apabila tidak kuat menghadapinya, maka baru boleh untuk mengambil sikap fleksibel. Yakni salah satunya untuk memberikan dukungan terhadap paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

WAJIB BACA :  SBY Dan Dugaan Operasi Intelijen Menjelang Pilkada 2018

Disini, Andi Arief yang menerangkan hal tersebut bukan dimaksud partainya berhenti untuk mendukung paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menegaskan Demokrat yang dinilai tetap menjadi partai yang mengusung paslon  02 pada Pilpres 2019. Tetapi, ia melihat diperlukan siasat guna menghadapi Pemilu 2019,

Dimana pileg dan pilpres yang digelar secara serentak. Andi Arief yang mengkau kecerdikan sangat diperlukan guna menghadapi rezim yang gemar menyalahgunakan kekuasaan.

“Sikap partai soal koalisi pilpres sudah final. Menangkan Partai demokrat, menangkan [paslon] 02. Menghadapi rezim yang abuse of power harus cerdik,” kata Andi.

Lihat Juga : Sekjen Demokrat: Survei Jokowi Turun, Debat Sebagai Kesempatan Emas bagi Prabowo !

Andi Arief juga memberikan arahan kepada kader yang tak menjabat sebagai kepala derah. Dia meningatkan kader Partai Demokrat yang ingin bersifat fleksibel atau lentur. Dia yang membenarkan soal kondisi masyarakat yang dinilai berbeda-beda pada tiap daerah. Oleh sebab itu, kadernya boleh mengambil tindakan yang sesuai dengan kondiri dan keadaan setempat.

WAJIB BACA :  Larangan Rangkap Jabatan Berarti Sudah Tidak Berlaku!

“Bagi kader yang alami kesulitan di satu atau dua tempat untuk berkampanye 02, diharap fleksibel dalam bersiasat. Sesuaikan dengan keadaan,” ujar Andi.

Diketahui bahwa sebelumnya, Bupati Kepulana Sula, Maluku Utara yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara, yang memberikan dukungan terhada capres petahana Joko Widodo.

Lihat Juga : Demokrat: Terdapat 14 Prioritas SBY yang Hilang Lantaran Munculnya Kebijakan Jokowi !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here