Musisi Indonesia Galang Petisi Tolak RUU Permusikan !

0
579
Copyright©instagram

Melihat dari Dekat Musisi Berserikat dan Menentang RUU Permusikan !

Indowarta.com – Gerakan penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang kian membesar dalam satu pekan terakhir. Hal tersebut berdasarkan kampanye yang kian masif di media sosial serta munculnya petisi yang didukung dengan puluhan ribu orang. Dimana kampanye tersebut dimaksud soal video singkat pada

Ikuti Juga : Jika Juni Nanti RUU Antiterorisme Belum Selesai, Jokowi Akan Keluarkan Perppu

Musisi yang mengatakan soal alasan mereka untuk menolak RUU Permusikan. Yang mana video-video terserbut yang lantas dibagikan di Instastory oleh para pesohor. Termasuk Jason Ranti, penyanyi folk, salah satunya. Dia mengatakan dengan mimik sebal : “Curang. Saya bikinnya musik mereka buat Undang-Undang. Curang…”

Copyright©cnnindonesia

Adapun petisi tersebut yang bertajuk #TolakRUUPermusikan yang telah beredar pada Minggu (3/2/2019). Saat kabar ini diluncurkan, Senin 4 Februari pukul 19.15 WIB, petisi ini yang sudah ditandatangani sekitar 130 ribu akun. Sebagai pandangan, pada hari yang sama pada pukul 10.36 saja, petisi ini yang baru ditandatangani sebanyak 51.903 kali.

Tak hanya berasal dari serangan udara, para musisi yang jumlah ratusan lebih itu turut mengatakan soal pendapat secara langsung di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Senin siang (4/2/2019). Berawal dari pertemuan antara sejumlah musisi dengan para petinggi DPR RI, Senin (28/1/2019) kemarin. Setelah RUU ini menjadi viral,

Termasuk di media massa, lantaran pasal-per-pasal dalam RUU ini dinilai bermasalah. Sehingga para musisi ini pun akhirnya berkomentar. Vokalis hiphop asal Bandung, Herry “Ucok” Sutresna, yang mengatakn bahwa RUU Permusikan ini

Ikuti Juga : Apakah Maksud Presidential Threshold 20% Dalam RUU Pemilu?

sama saja dari gabungan Orde Baru dan Orde Lama“. Sementara Iksan Skuter berkata: “Ada fasisme di RUU itu.”

Sementara Danilla Riyadi, sebagai salah seorang penyanyi yang sering mengisi skema musik independen, yang menerangkan lebih jelas awal mula petisi ini sampai menjadi viral di kalangan musisi.

“Setelah pertemuan di DPR, dokumen digital RUU tersebar hingga sampai ke gawai para musisi. Para musisi kemudian berkumpul via Grup WhatsApp (WAG). “Itu dimulai Sabtu (2/2/2019), mulai konsolidasi. Kumpul di WA Group. Inisiatif kami saja, keluarkan unek-unek,” kata Danilla kepada reporter Tirto, Senin (4/2/2019).

Ikuti Juga : Tak Ingin Voting, PDIP Terus Berusaha Loby Partai Demokrat dan Gerindra Soal RUU Pemilu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here