Jusuf Kalla: Golput Hak, Bukan sebagai Pelanggaran, Ini Alasannya !

0
125
Jusuf Kalla
Copyright ©tribunnews

Jusuf Kalla Menilai Golput adalah Hak, Bukan Pelanggaran, Ini Katanya !

Indowarta.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menilai baha golongan putih (golput) atau pemilih yang tak menggunakan haknya untuk memilih para Pemilu 2019 yang sebagai hak pada tiap warga negara. sementara Jusuf Kalla yang menyatakan tidak ada konsekuensi hukum bagi pemilih yang golput dalam gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu.

Ikuti Juga : Bentuk Apresiasi di Tahun 2019, Jokowi-Jusuf Kalla Dikirimi Karangan Bunda di Istana !

“Sistem pemilu kita itu hak, bukan kewajiban. Jadi kalau golput juga tidak melanggar apa-apa,” ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (6/2).

Dimana sistem ini, tambah Jusuf Kalla, yang berbeda dengan negara Australia yang telah menerapkan denda kepada warganya yang diketahui tidak memberikan hak pilihnya.

Copyright©cnnindonesia

Nah kalau di Australia itu kewajiban. You tidak datang, didenda AUD 100, jadi orang akan milih,” katanya.

Jusuf Kalla yang mengatakan adanya fenomena golput tersebut yang tak dapat lepas dari keapatisan para pemilih pada Pemilu 2019. Yang mana para pemilih golput tersebut yang seringnya berpikiran jika pelaksanan pemilu tersebut yang dinilai tidak penting bagi mereka. Hal tersebut, tambah Jusuf Kalla, yang senada ketika pemungutan suara

Menentukan status Inggris dalam Uni Eropa atau yang dikenal dengan istilah Brexit.

“Golput itu bisa jadi kalau orang yakin bahwa ini akan menang, maka tidak datang pun akan menang juga. Itu terjadi juga di Brexit kemarin, atau bisa juga dia merasa ini tidak penting,” terang JK.

Ikuti Juga : Jusuf Kalla Ungkapkan Penyebab Defisit Neraca Perdagangan RI Yang Melebar

Jusuf Kalla yang percaya jika pemilu yang digelar jelang libur panjang tidak akan berdampak pada peningkatan jumlah pemilh golput. Adapun perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sebelumnya yang menduga angka golput bakal bertambah lantaran penyelenggaraan pemilu yang digelar berdekatan dengan libur perayaan Paskah.

“Ya saya rasa bukan soal ada libur atau tidak. Itu kan Paskah hari Jumat, sementara pemilihan Rabu kan, jadi tidak nyambung,” katanya.

Dimana Pemilu bakal dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019. Sedangkan pada Jumat, 19 April 2019 sebagai hari libur Paskah. Pada Kamis, 18 April 2019 sebagai hari kejepit yang diteruskan dengan Sabtu-Minggu yakni pada 20-21 April 2019 sebagai hari libur pada umumnya.

Ikuti Juga : Sisa Setahun, Ini Target yang Dikejar Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here